IHSG ditutup merosot tajam ke level 7.129 pada perdagangan Jumat (24/4). Sektor konsumsi siklikal pimpin pelemahan di tengah aksi jual masif

Avatar of PortalMadura.com
IHSG ditutup merosot tajam ke level 7.129 pada perdagangan Jumat (24/4). Sektor konsumsi siklikal pimpin pelemahan di tengah aksi jual masif
IHSG ditutup merosot tajam ke level 7.129 pada perdagangan Jumat (24/4). Sektor konsumsi siklikal pimpin pelemahan di tengah aksi jual masif

portalmadura.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan rapor merah pekat pada penutupan perdagangan pekan ini. Indeks kebanggaan bursa domestik tersebut terjun bebas sebesar 3,38 persen atau merosot 249,12 poin ke level 7.129,49 pada Jumat (24/4/2026).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), tekanan jual sudah terasa sejak pembukaan hingga indeks menyentuh titik terendahnya di level 7.115,97. Aktivitas pasar terpantau sangat masif dengan volume perdagangan mencapai 44,80 miliar saham dan nilai transaksi jumbo sebesar Rp 24,30 triliun.

Dominasi Tren Negatif di Seluruh Sektor

Kondisi pasar modal Indonesia hari ini didominasi oleh pergerakan saham yang melemah. Tercatat sebanyak 701 saham berakhir di zona merah, sementara hanya 92 saham yang mampu menguat, dan 166 saham lainnya bergerak stagnan.

Kemerosotan ini tidak hanya melanda indeks utama, tetapi juga merembet ke indeks sektoral dan saham unggulan lainnya:

  • Indeks LQ45: Turun 3,51 persen ke posisi 690,76.
  • IDX30: Melemah 2,88 persen ke level 381,93.
  • Jakarta Islamic Index (JII): Merosot 3,31 persen ke posisi 482,44.
  • KOMPAS100: Terkoreksi tajam 3,71 persen.

Seluruh sektor saham berakhir di zona negatif. Sektor barang konsumen siklikal menjadi yang paling terpuruk dengan koreksi sedalam 4,27 persen. Disusul oleh sektor energi yang anjlok 4,22 persen dan sektor infrastruktur yang melemah 4,06 persen. Sementara itu, sektor kesehatan menjadi yang paling tahan banting meski tetap terkoreksi tipis 1,52 persen.

Saham Perbankan dan Blue Chip Jadi Target Aksi Jual

Aksi jual masif melanda saham-saham perbankan raksasa (Big Caps). PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan penurunan signifikan sebesar 5,84 persen ke level Rp 6.050. Pelemahan ini juga diikuti oleh bank pelat merah seperti BBRI, BMRI, dan BBNI yang kompak turun di kisaran 2,58 hingga 2,85 persen.

Berikut adalah ringkasan pergerakan beberapa saham unggulan dalam indeks LQ45:

Nama Perusahaan (Kode) Perubahan (%) Harga Penutupan
Alamtri Minerals (ADMR) +1,90% Rp 1.880
Medikaloka Hermina (HEAL) +0,84% Rp 1.195
Dian Swastatika (DSSA) -10,22% Rp 2.020
Barito Pacific (BRPT) -7,76% Rp 2.020
Pantai Indah Kapuk Dua (PANI) -6,08% Rp 8.500

Selain sektor perbankan, saham telekomunikasi seperti PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) turut melemah 2,43 persen ke posisi Rp 2.810, sementara saham MORA mencatat penurunan tajam hingga 6,70 persen.

Sentimen negatif yang meluas ini mencerminkan tingginya tekanan pasar pada penutupan perdagangan pekan keempat April 2026 ini. Investor diharapkan tetap waspada memantau pergerakan pasar global yang mempengaruhi stabilitas domestik. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses