IHSG Hari Ini 24 Juli 2026 Terperosok ke Level 6.200: Ternyata Ini Penyebab Utama Pasar Saham Anjlok!

Avatar of PortalMadura.com
IHSG Hari Ini 24 Juli 2026 Terperosok ke Level 6.200: Ternyata Ini Penyebab Utama Pasar Saham Anjlok!

portalmadura.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri laju perdagangan pada Jumat (24/7/2026) dengan tekanan lumayan tajam. Pasar saham Indonesia terkoreksi signifikan seiring meluasnya aksi jual (profit taking) investor dan tingginya tekanan ekonomi global.

Berdasarkan data resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pada perdagangan sesi I terkoreksi 1,75 persen atau turun 110,67 poin ke level 6.204,63. Pada pembukaan pagi hari, indeks sempat dibuka pada posisi 6.266,97 dan bergerak dalam rentang tertinggi 6.268,53 sebelum akhirnya tertahan di batas terendah harian 6.161,13.

Tekanan di lantai bursa memicu pelemahan mayoritas harga saham. Tercatat sebanyak 594 saham bergerak melemah, 80 saham mampu bertahan di zona hijau, dan 115 saham berada di posisi stagnan. Total transaksi harian menembus angka Rp10,51 triliun dengan frekuensi perdagangan mencapai 1,45 juta kali.

Pelemahan ini melanda hampir seluruh sektor. Sektor barang konsumen non-primer (IDX Cyclicals) dan bahan baku (IDX Basic) memimpin penurunan terdalam. Selain itu, pelemahan saham berkapitalisasi besar (big caps) seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turut memperberat pergerakan indeks.

Analis menilai ada beberapa faktor utama yang melandasi tren negatif pasar saham domestik pada hari ini. Selain karena aksi ambil untung (profit taking) para pelaku pasar, eskalasi tensi geopolitik di Timur Tengah juga memicu kecemasan pasar global. Lonjakan harga minyak mentah dunia memicu kekhawatiran risiko inflasi, ditambah dengan nilai tukar rupiah yang melemah di kisaran Rp17.900-an per dolar AS.

Sentimen negatif ini selaras dengan tren bursa Asia yang mayoritas ditutup di zona merah. Pengamat pasar menyarankan investor ritel untuk tetap waspada dan menerapkan strategi jangka pendek sembari memantau stabilitas geopolitik global serta rilis kinerja keuangan emiten kuartal II.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses