PortalMadura.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bakal melanjutkan tren penguatannya dan mencoba menguji level psikologis 7.800 pada perdagangan Rabu (15/4/2026). Optimisme ini muncul setelah indeks mencatatkan lonjakan tajam sebesar 2,34 persen pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.
Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menjelaskan bahwa pergerakan indeks saat ini tengah berupaya menembus area resistance di kisaran 7.710 hingga 7.750. Menurutnya, peluang kenaikan ini tetap terbuka lebar selama IHSG mampu bertahan di atas zona support kuat pada level 7.640–7.665.
Waspada Aksi Profit Taking dan Sentimen Global
Meski tren teknikal menunjukkan penguatan, para investor tetap dihimbau untuk waspada. Hendra mengingatkan adanya potensi aksi ambil untung (profit taking) mengingat pergerakan pasar saat ini masih sangat dipengaruhi oleh dinamika likuiditas dan sentimen jangka pendek.
Selain faktor domestik, risiko eksternal menjadi perhatian utama para pelaku pasar. “Risiko utama yang perlu dicermati tetap berasal dari faktor eksternal, terutama potensi eskalasi konflik di Timur Tengah yang dapat mendorong perubahan arah pasar global menjadi risk-off,” ujar Hendra Wardana dalam keterangan resminya.
Tekanan pada nilai tukar rupiah yang masih cukup tinggi juga diprediksi menjadi faktor penghambat aliran dana asing (capital inflow). Selain itu, ketergantungan indeks pada beberapa saham tertentu meningkatkan risiko koreksi mendalam jika penggerak utama pasar mengalami pelemahan.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Di tengah volatilitas yang ada, sejumlah analis menyarankan investor untuk mencermati saham-saham dengan katalis positif dan momentum teknikal yang kuat. Berikut adalah rangkuman rekomendasi saham dari para ahli:
| Kode Saham | Target Harga / Area Akumulasi | Analisis |
|---|---|---|
| ESSA | Rp905 | Katalis Positif |
| LSIP | Rp1.700 | Katalis Positif |
| BUMI | Rp306 | Momentum Teknikal |
| NETV | Rp130 | Momentum Teknikal |
Sementara itu, Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memberikan strategi akumulasi untuk saham-saham berikut:
- PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA): Rekomendasi akumulasi pada rentang Rp2.760 – Rp2.900.
- PT PAM Mineral Tbk (NICL): Rekomendasi akumulasi pada rentang Rp1.010 – Rp1.060.
- PT Timah Tbk (TINS): Mencermati area harga Rp4.110 – Rp4.260.
Herditya menyarankan strategi buy on weakness atau melakukan pembelian saat terjadi koreksi sebagai langkah paling relevan untuk menghadapi volatilitas pasar saat ini.
Disclaimer: Investasi saham memiliki risiko kerugian. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Artikel ini disusun berdasarkan data dari Republik Investor dan MNC Sekuritas (via Money Kompas).




