PortalMadura.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bakal melanjutkan tren penguatan menuju area resistance 8.390 pada perdagangan Kamis (16/4/2026). Optimisme pasar ini dipicu oleh aksi beli bersih (net buy) investor asing yang mencapai angka fantastis Rp1,23 triliun serta maraknya aksi korporasi pembelian kembali saham atau buyback oleh emiten raksasa.
Berdasarkan riset terbaru dari Mandiri Sekuritas, indeks nasional berpotensi menguji rentang penguatan di level 8.332 hingga 8.354. Jika momentum bullish ini terus terjaga, IHSG diprediksi kuat akan menembus batas 8.390, dengan level support yang masih kokoh di posisi 8.181.
Hingga pertengahan April 2026, aliran dana asing terpantau masif masuk ke pasar reguler. Akumulasi beli bersih ini terkonsentrasi pada saham-saham blue chip, terutama di sektor perbankan dan telekomunikasi yang menjadi motor penggerak utama bursa domestik.
Daftar Saham Pilihan yang Diborong Investor Asing
Kepercayaan investor mancanegara terhadap fundamental ekonomi Indonesia tetap tinggi. Berikut adalah sejumlah emiten yang menjadi incaran utama manajer investasi global dalam sepekan terakhir:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Tetap menjadi primadona dengan volume transaksi tertinggi.
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI): Menguat berkat laporan kinerja kuartalan yang melampaui ekspektasi.
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM): Mendapat sentimen positif dari ekspansi infrastruktur digital nasional.
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): Menarik perhatian seiring fluktuasi harga komoditas dunia.
- PT Astra International Tbk (ASII): Mengalami pemulihan permintaan signifikan di sektor otomotif.
Emiten Besar Siapkan Anggaran Jumbo untuk Buyback
Selain faktor asing, stabilitas harga saham saat ini didukung oleh aksi buyback. Langkah strategis ini diambil emiten untuk menjaga nilai pemegang saham di tengah volatilitas pasar. Beberapa perusahaan bahkan telah menyiapkan anggaran hingga ratusan miliar rupiah.
| Nama Emiten | Kode | Anggaran Buyback | Periode |
|---|---|---|---|
| Indocement Tunggal Prakarsa | INTP | Rp750 Miliar | Mei 2026 – Mei 2027 |
| Kalbe Farma | KLBF | Rp500 Miliar | April – Juli 2026 |
| Wintermar Offshore Marine | WINS | Rp59,84 Miliar | April 2026 |
Secara teoretis, aksi buyback dapat meningkatkan nilai laba per saham (Earning Per Share/EPS) karena berkurangnya jumlah saham yang beredar di publik, sehingga memberikan keuntungan jangka panjang bagi investor.
Waspadai Kebijakan Global dan Strategi Investasi
Meski pasar domestik bergairah, arah kebijakan moneter Amerika Serikat terkait suku bunga The Fed tetap menjadi faktor eksternal yang dipantau ketat. Investor diingatkan untuk tetap waspada terhadap area jenuh beli (overbought) dan menerapkan manajemen risiko seperti stop loss untuk melindungi modal.
Sebagai perbandingan, pertumbuhan pasar modal Indonesia tergolong impresif. Jika pada akhir 2024 IHSG masih berada di level 7.207,94, lonjakan ke area 8.300 saat ini membuktikan performa solid ekonomi nasional di kuartal kedua 2026.
Disclaimer: Informasi ini bukan merupakan saran investasi. Keputusan transaksi sepenuhnya berada di tangan investor. Konsultasikan dengan penasihat keuangan profesional sebelum mengambil keputusan.





