IHSG Hari Ini Memerah! Saham Konsumen Ambruk, Investor Rugi Triliunan?

Avatar of PortalMadura.com
IHSG Hari Ini Memerah! Saham Konsumen Ambruk, Investor Rugi Triliunan?
IHSG Hari Ini Memerah! Saham Konsumen Ambruk, Investor Rugi Triliunan?

JAKARTA, portalmadura.com – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan posisinya dan terpaksa parkir di zona merah pada penutupan perdagangan Selasa (28/4/2026) sore. Melemahnya indeks ini dipicu oleh rontoknya mayoritas sektor saham, terutama sektor barang konsumen primer.

Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG tercatat merosot 34,12 poin atau terpangkas 0,48 persen ke posisi 7.072. Lesunya pasar modal hari ini diwarnai dengan volume transaksi yang mencapai 31,80 miliar saham dengan nilai torehan transaksi sebesar Rp17,45 triliun.

Dominasi Saham Melemah

Hingga lonceng penutupan berbunyi, dinamika pasar menunjukkan kondisi yang kurang bergairah. Sebanyak 350 saham terpantau terkoreksi, sementara 339 saham berhasil menguat, dan 129 saham lainnya bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.

Secara sektoral, delapan dari sebelas sektor indeks berakhir di teritori negatif. Sektor barang konsumen primer menjadi beban utama pasar dengan koreksi tajam mencapai 1,44 persen. Di sisi lain, sektor keuangan justru tampil melawan arus dengan penguatan sebesar 0,9 persen, disusul oleh dua sektor lainnya yang juga menghijau.

Sentimen Regional Asia Ikut Memburuk

Pelemahan IHSG sejalan dengan mayoritas bursa saham di kawasan Asia yang juga kompak memerah. Mengutip laporan pasar global, indeks Nikkei 225 di Jepang merosot 1,02 persen, disusul Hang Seng Hong Kong yang anjlok 0,95 persen. Indeks Shanghai Composite (China) dan Straits Times (Singapura) juga turut tergelincir, masing-masing turun 0,19 persen.

Berbanding terbalik dengan Asia, bursa saham di Eropa justru menunjukkan ketangguhan. Indeks FTSE 100 di Inggris naik tipis 0,20 persen dan DAX Jerman menguat 0,14 persen. Kondisi serupa terjadi di Amerika Serikat, di mana indeks S&P 500 dan NASDAQ Composite kompak menghijau meski Dow Jones mengalami koreksi tipis.

Kondisi pasar modal yang fluktuatif ini menuntut para investor untuk lebih cermat dalam melakukan diversifikasi portofolio, terutama di tengah tekanan sektor konsumsi yang cukup dalam pada perdagangan hari ini.

Dapatkan update berita ekonomi dan bisnis terbaru hanya di PortalMadura.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses