IHSG Pecahkan Rekor Sejarah, Tembus Level 8.658 di Perdagangan Pagi!

Avatar of PortalMadura.com
IHSG mencetak all-time high di 8.658 pada Jumat (5/12/2025), didorong penguatan saham perbankan dan sentimen global positif.
IHSG mencetak all-time high di 8.658 pada Jumat (5/12/2025), didorong penguatan saham perbankan dan sentimen global positif.

PortalMadura.comIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan sejarah baru pada awal perdagangan Jumat (5/12/2025). Pukul 09.01 WIB, IHSG melesat 18,69 poin (0,22%) ke level 8.658, menembus rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH).

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, volume transaksi pagi ini mencapai 2,26 miliar saham dengan nilai Rp910 miliar, melalui 122.755 kali transaksi. Dari total saham yang diperdagangkan, 274 saham menguat, 152 melemah, dan 220 saham stagnan.

Kenaikan IHSG didorong terutama oleh rebound saham-saham perbankan. Menurut riset BRI Danareksa Sekuritas, penguatan tersebut terjadi di tengah sentimen global yang kondusif—terutama ekspektasi pemangkasan suku bunga (cut rate) oleh The Federal Reserve (The Fed)—serta antisipasi rilis data cadangan devisa Indonesia.

“IHSG memiliki potensi menguat terbatas hari ini, dengan resistance terdekat di 8.655 dan support di 8.610,” tulis tim riset BRI Danareksa. Mereka merekomendasikan investor memantau saham ASII, SSIA, dan HUMI.

Senada, Phintraco Sekuritas menilai indikator teknikal masih mendukung tren bullish. Stochastic RSI bergerak menguat di area pivot, sementara histogram MACD bertahan di zona positif. “IHSG berpotensi menguji resistance di kisaran 8.650–8.670,” ungkap analis Phintraco. Rekomendasi sahamnya mencakup BBRI, SSIA, ULTJ, MYOR, dan ERAA.

Sementara itu, CGS International Sekuritas Indonesia menyoroti sentimen eksternal yang positif, termasuk penguatan bursa Wall Street dan kenaikan harga komoditas global. Aksi jual asing juga mulai melambat, memberi ruang bagi IHSG untuk melanjutkan kenaikan. “Kami perkirakan IHSG bergerak dalam rentang support 8.595–8.550 dan resisten 8.685–8.730,” jelas CGS. Saham pilihannya meliputi EXCL, MAPI, ENRG, TINS, SSIA, dan MYOR.

Di sisi regulasi, pasar juga mencermati pembahasan revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Regulasi baru ini akan memperluas mandat Bank Indonesia—tidak hanya menjaga stabilitas moneter, tetapi juga secara eksplisit mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun akan diberi kewenangan lebih luas, termasuk dalam pengawasan aset kripto, tokenisasi, dan real-world assets.

Panin Sekuritas menambahkan, IHSG kini memasuki zona kritis. “Jika mampu menembus resistance 8.600–8.770, IHSG berpeluang lanjut ke level 9.000,” tulis analis Panin. Mereka menyarankan fokus pada saham BNGA, BRPT, dan SIDO, sambil memantau support dari rata-rata pergerakan 50 dan 20 hari di kisaran 8.290–8.478.

Dengan kombinasi sentimen global yang mendukung, reformasi regulasi keuangan, dan penguatan sektor perbankan, IHSG berada di jalur menuju momentum bullish jangka menengah—meski volatilitas tetap perlu diwaspadai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses