portalmadura.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak fluktuatif dan menguji rentang level 6.800 hingga 7.000 pada perdagangan pekan ini. Proyeksi ini muncul di tengah tekanan pasar global akibat lonjakan harga minyak mentah dan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.
Phintraco Sekuritas dalam riset terbarunya yang dirilis Senin (30/3/2026), memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang resistance 7.200, level pivot 7.000, dan batas support di angka 6.800.
Dampak Geopolitik dan Lonjakan Harga Minyak
Kondisi pasar modal saat ini sangat dipengaruhi oleh sentimen negatif dari bursa Wall Street. Indeks di Amerika Serikat tersebut ditutup melemah pada perdagangan Jumat (27/3/2026), menandai koreksi selama lima pekan berturut-turut. Pelemahan ini dipicu oleh keraguan pasar terhadap negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Ketegangan yang meningkat di Timur Tengah, termasuk serangan Houthi Yaman terhadap Israel, telah mendorong harga minyak dunia melesat ke level tertinggi sejak Juli 2022. Harga minyak Brent terpantau menguat 4,22% ke level US$ 112 per barel, sementara minyak jenis WTI melonjak 5,46% ke posisi US$ 99 per barel.
“Ketidakpastian upaya negosiasi AS-Iran mendorong harga minyak mentah menguat kembali, meskipun ada laporan Iran memperbolehkan beberapa kapal melewati Selat Hormuz,” tulis tim riset Phintraco Sekuritas.
Sentimen Global dan Kekhawatiran Resesi
Kekhawatiran akan perang yang berkepanjangan semakin nyata setelah Presiden AS Donald Trump memperpanjang tenggat waktu serangan terhadap Iran hingga 6 April 2026. Ditambah lagi, adanya laporan penambahan 10 ribu pasukan militer AS ke wilayah konflik semakin memperkeruh suasana ekonomi global.
Di sisi lain, Nasdaq Composite bahkan telah memasuki zona koreksi setelah mengalami penurunan lebih dari 10% dari level tertingginya. Kondisi ini memberikan tekanan tambahan bagi pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Rekomendasi Saham Layak Buru
Meski IHSG dibayangi sentimen global yang menantang, Phintraco Sekuritas menilai masih ada peluang bagi investor untuk melakukan akumulasi pada saham-saham tertentu. Salah satu saham yang direkomendasikan untuk diperhatikan pekan ini adalah MEDC (PT Medco Energi Internasional Tbk), yang diuntungkan oleh tren kenaikan harga komoditas energi.
Investor diharapkan tetap waspada terhadap volatilitas pasar dan memperhatikan level-level psikologis IHSG guna mengambil keputusan investasi yang tepat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
***




