PortalMadura.com–Sejarah baru tercipta di ajang SEA Games. Untuk pertama kalinya sejak futsal dipertandingkan pada 2007, Timnas Futsal Indonesia berhasil merebut medali emas setelah mengalahkan raksasa Asia Tenggara, Thailand, dengan skor telak 6-1 dalam laga final di Nonthaburi Sports Complex Gymnasium, Jumat (19/12).
Kemenangan ini mengakhiri dominasi Thailand yang tak terkalahkan selama lima edisi SEA Games berturut-turut—termasuk kemenangan atas Indonesia di final edisi 2021. Selama 18 tahun, medali emas futsal putra selalu milik Thailand, baik melalui sistem round robin maupun final langsung.
Namun malam itu, skuad asuhan pelatih Hector Souto tampil tanpa kompromi. Indonesia langsung menekan sejak menit awal. Pada menit ke-12, Firman Adriansyah membuka keunggulan lewat penalti setelah Samuel Eko dijegal di kotak penalti. Lima menit berselang, Syauqi Saud menggandakan skor dengan tembakan keras yang tak terbendung, membawa Indonesia unggul 2-0 saat turun minum.
Di babak kedua, dominasi Merah-Putih semakin tak terbendung. Samuel Eko mencetak gol spektakuler dari jarak jauh, sementara Dewa Rizki memanfaatkan kesalahan Thailand saat menerapkan strategi power play untuk menjebol gawang kosong.
Bintang laga ini adalah Ardiansyah Nur, yang mencetak dua gol—termasuk satu tembakan jarak jauh ke gawang kosong saat Thailand kembali menarik kipernya. Satu-satunya gol hiburan Thailand diciptakan oleh Krit Aransanyalak pada menit ke-36, namun tak cukup mengubah jalannya pertandingan.
Hasil ini menjadi puncak perjalanan panjang futsal Indonesia di SEA Games. Sebelumnya, prestasi terbaik hanyalah medali perunggu (2007, 2011, 2013) dan perak (2021). Kini, penantian 18 tahun berakhir manis di bawah sorotan lampu stadion Thailand.
Kemenangan 6-1 bukan sekadar angka—tapi simbol kebangkitan futsal Indonesia menuju level yang lebih tinggi, baik di kawasan maupun di panggung Asia. Dengan generasi pemain muda yang tajam dan taktik yang matang, Timnas Futsal menunjukkan bahwa Asia Tenggara kini punya penguasa baru.





