oleh

Inilah Penyebab Anda Mendengkur Saat Tidur

PortalMadura.Com – Mendengkur atau yang biasa disebut dengan mengorok sering dianggap sebagai kebiasaan buruk yang lumrah terjadi pada seseorang saat tidur. Suara yang keluar itu kerap mengganggu orang yang berada di sekitarnya.

Bahkan, bisa membuat orang lain merasa tidak betah jika berada di dekatnya. Suara berderak yang keluar tersebut disebabkan oleh getaran di langit-langit lunak dan jaringan yang terletak di bagian belakang mulut, hidung, pangkal lidah, atau tenggorokan.

Pada dasarnya setiap orang bisa mendengkur dalam tidurnya. Tapi pada beberapa orang suara dengkuran menjadi begitu keras sehingga dapat didengar orang lain. Pada yang lainnya, mereka mendengkur namun tidak mengeluarkan suara. Tapi ada pula yang mendengkur sangat jarang karena kondisi tertentu seperti sedang pilek atau flu.

Selain karena getaran, ada beberapa faktor yang membuat suara dengkuran menjadi lebih buruk. Hal itu lantaran saluran udara semakin sempit ketika seseorang tertidur. Salah satu faktornya adalah obesitas, di mana lingkar leher lebih dari 17 inci.

Meminum alkohol dan merokok juga dapat menyebabkan saluran napas menyempit yang pada gilirannya meningkatkan risiko mendengkur.

Terdapat juga beberapa obat seperti penenang dan anti-depresan tertentu yang terbukti memiliki pengaruh terhadap gelombang udara. Alergi pun bisa memperparah dengkuran karena zat seperti serbuk sari dapat menyebabkan hidung tersumbat. Walaupun banyak faktor yang menjadi penyebab mendengkur, beruntung hal ini bisa diatasi.

Kebanyakan orang yang pergi menemui dokter untuk mengatasi dengkuran biasanya disarankan untuk mengubah gaya hidupnya. Contohnya, menurunkan berat badan untuk berhenti membuat kebisingan.

Selain itu, ada alat anti-dengkur untuk mencegahnya seperti pelindung mulut dan strip hidung. Namun apabila pada akhirnya tidak bisa membantu, dokter biasanya merekomendasikan operasi terhadap jaringan lunak meskipun jarang dilakukan karena memiliki efek samping. (okezone.com/Putri)


Tirto.ID
Loading...

Komentar