Sumenep, PortalMadura.com – Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia memberikan dukungan penuh terhadap instruksi Presiden RI untuk memangkas suku bunga PT Permodalan Nasional Madani (PNM), khususnya bagi program Mekaar, hingga di bawah 10 persen. Langkah strategis ini diharapkan dapat mempercepat penguatan ekonomi masyarakat bawah, terutama para pelaku usaha ultra mikro.
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Ketua Komite IV DPD RI, H. Ahmad Nawardi, saat menghadiri kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha Akbar Nasabah PNM Mekaar Wilayah Kabupaten Sumenep. Acara yang mempertemukan ratusan pelaku usaha ini berlangsung di Aula Pesantren-Universitas Bahaudin Mudhary madura pada Kamis (18/6/2026).
“Arahan dari Presiden ini bukan sekadar urusan teknis perbankan, melainkan sebuah langkah nyata untuk memastikan pelaku usaha prasejahtera bisa memperoleh akses permodalan yang lebih adil, murah, dan terjangkau,” ujar Nawardi di hadapan para peserta.
Nawardi menjelaskan bahwa desakan penurunan suku bunga ini telah disepakati sebagai salah satu poin krusial dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komite IV DPD RI dengan manajemen PT PNM pada 9 Juni 2026 lalu. Menurutnya, pemangkasan biaya pinjaman ini akan langsung berdampak pada peningkatan kapasitas produksi, penguatan daya beli masyarakat, serta pemulihan ekonomi di tingkat daerah.
“Keadilan sosial itu tidak hanya diwujudkan lewat pembagian bantuan sosial (bansos), tetapi juga melalui akses pembiayaan yang murah, mudah, dan sifatnya memberdayakan. PNM merupakan instrumen negara yang sangat strategis untuk mewujudkan misi tersebut,” tambahnya.
Pertumbuhan Ekonomi Jatim dan Kinerja PNM
Di sela-sela sambutannya, Nawardi memaparkan kondisi makroekonomi Jawa Timur yang menunjukkan tren positif. Pada triwulan I-2026, ekonomi Jawa Timur tercatat tumbuh sebesar 5,96 persen secara tahunan (yoy), angka yang berada di atas rata-rata pertumbuhan nasional sebesar 5,61 persen.
Bank Indonesia sendiri memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Timur sepanjang tahun 2026 akan stabil di kisaran 4,9 hingga 5,7 persen, ditopang oleh kuatnya konsumsi rumah tangga dan geliat sektor industri pengolahan.
Sinergi pertumbuhan ini juga tecermin dari kesehatan finansial PT PNM. Sepanjang tahun 2025, korporasi mencatatkan total aset fantastis mencapai Rp57 triliun. Lonjakan aset ini diikuti oleh pertumbuhan laba bersih yang solid, seiring dengan masifnya ekspansi pembiayaan ultra mikro dan terjaganya kualitas portofolio kredit.
Pemberdayaan 61 Ribu Perempuan Prasejahtera di Sumenep
Dampak nyata program ini sangat dirasakan di tingkat akar rumput Kabupaten Sumenep. Hingga saat ini, PNM berhasil merangkul dan memberdayakan lebih dari 61 ribu perempuan prasejahtera yang tersebar ke dalam 4.500 kelompok usaha di seluruh wilayah Sumenep.
Ahmad Nawardi memberikan apresiasi tinggi atas capaian ini, mengingat keberhasilan tersebut diraih di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tingginya tekanan inflasi pangan yang melanda masyarakat.
Mengakhiri arahannya, Senator asal Jawa Timur ini mengajak seluruh pelaku UMKM untuk terus konsisten belajar dan memperluas jaringan usaha mereka. Menilik data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi sektor UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional telah menembus angka lebih dari 61 persen.
“Lewat sokongan pembiayaan yang disediakan oleh PT PNM, kami berharap para pelaku usaha mandiri, bahkan dari skala paling mikro sekalipun, bisa berkembang dan secara bertahap naik kelas,” tutup Nawardi.
Agenda strategis ini turut dihadiri langsung oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo beserta jajaran dinas terkait, Pimpinan Cabang PNM Surabaya Tatang Sefi Setyono, serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Sumenep.
Baca Juga:




