Kerokan pada Bayi: Apakah Aman untuk Dilakukan?

Avatar of PortalMadura.com
Kerokan pada Bayi: Apakah Aman untuk Dilakukan?
Kerokan pada Bayi: Apakah Aman untuk Dilakukan?

PortalMadura.com- adalah salah satu metode pengobatan tradisional yang masih sering dilakukan oleh sebagian orang tua di Indonesia.

Metode ini dilakukan dengan menggosok-gosokkan uang logam atau benda tumpul lainnya pada kulit bayi dengan tujuan untuk mengurangi gejala-gejala seperti flu atau batuk.

Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan ilmu medis, pada bayi menjadi kontroversial karena beberapa alasan. Apakah metode ini aman untuk bayi Anda? Mari kita bahas lebih lanjut.

Apa itu Kerokan pada Bayi?

Kerokan pada bayi adalah salah satu metode pengobatan tradisional yang dilakukan dengan menggosok-gosokkan benda tumpul pada kulit bayi dengan tujuan untuk mengurangi gejala-gejala seperti flu, batuk, atau demam. Metode ini sangat populer di Indonesia dan masih sering dilakukan oleh beberapa orang tua. Namun, perlu diingat bahwa kerokan pada bayi bukanlah metode pengobatan yang terbukti secara medis dan dapat memiliki risiko tertentu.

Dilakukan

Kerokan pada bayi dilakukan dengan menggunakan benda tumpul seperti uang logam atau sendok yang digosokkan pada kulit bayi dengan tekanan tertentu. Biasanya, kerokan dilakukan pada bagian punggung, dada, atau telapak kaki.

Pada umumnya, orang tua yang melakukan kerokan pada bayi menganggap bahwa metode ini dapat membantu meningkatkan aliran darah dan mengurangi gejala-gejala seperti batuk atau flu.

Namun, sebaiknya Anda tidak melakukan kerokan pada bayi tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli medis.

Keamanan Kerokan pada Bayi

Kerokan pada bayi memang merupakan salah satu metode pengobatan tradisional yang masih banyak dilakukan oleh masyarakat di Indonesia. Namun, sebaiknya dilakukan dengan hati-hati dan tidak sembarangan karena memiliki risiko tertentu yang dapat membahayakan kesehatan bayi.

Beberapa risiko yang mungkin terjadi akibat kerokan pada bayi adalah:

  1. Luka dan infeksi Jika benda yang digunakan untuk kerokan tidak bersih atau terdapat luka pada kulit bayi, maka dapat menyebabkan infeksi dan luka yang lebih serius pada bayi. Oleh karena itu, pastikan benda yang digunakan untuk kerokan bersih dan steril sebelum digunakan.
  2. Cedera Tekanan yang terlalu keras pada kulit bayi saat kerokan dapat menyebabkan cedera pada jaringan lunak di bawah kulit, seperti otot atau pembuluh darah. Oleh karena itu, hindari melakukan tekanan yang terlalu keras saat melakukan kerokan pada bayi.
  3. Menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan pada bayi Beberapa bayi mungkin tidak merasa nyaman atau bahkan merasakan sakit saat melakukan kerokan. Oleh karena itu, pastikan untuk melakukannya dengan hati-hati dan hindari melakukan kerokan pada bagian kulit yang sensitif atau rentan cedera.

Sebaiknya juga tidak melakukan kerokan pada bayi yang sedang sakit atau demam, memiliki kulit yang sensitif atau masalah kulit, atau berusia di bawah 1 bulan. Jangan lakukan kerokan pada bayi secara sembarangan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli medis.

Kapan Sebaiknya Tidak Melakukan Kerokan pada Bayi

Ada beberapa kondisi dan situasi di mana sebaiknya tidak melakukan kerokan pada bayi, antara lain:

  1. Bayi sakit Jika bayi sedang sakit atau demam, sebaiknya jangan melakukan kerokan karena hal ini dapat memperparah kondisi bayi dan memperburuk gejala yang sudah ada.
  2. Kulit bayi sensitif Jika kulit bayi sensitif atau memiliki masalah kulit seperti eksim atau dermatitis, sebaiknya tidak melakukan kerokan karena dapat memperburuk kondisi kulit bayi.
  3. Usia bayi yang masih sangat muda Bayi yang masih sangat muda, terutama yang berusia di bawah 1 bulan, sebaiknya tidak dilakukan kerokan karena kulit bayi masih sangat tipis dan rentan terhadap cedera.

Apakah Kerokan pada Bayi Efektif?

Meskipun kerokan pada bayi masih dilakukan oleh beberapa orang tua di Indonesia, namun tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa metode ini efektif dalam mengobati gejala-gejala seperti batuk atau flu.

Selain itu, kerokan pada bayi juga dapat memiliki risiko tertentu dan sebaiknya tidak dilakukan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli medis.

Mitos tentang Kerokan pada Bayi

Beberapa mitos yang berkembang tentang kerokan pada bayi antara lain:

1. Kerokan dapat menyembuhkan batuk dan flu

Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa kerokan dapat menyembuhkan batuk dan flu. Faktanya, kerokan dapat memperburuk kondisi bayi dan memperparah gejala yang sudah ada.

2. Semakin keras tekanan kerokan, semakin efektif pengobatannya

Hal ini tidak benar. Tekanan yang terlalu keras pada kulit bayi dapat menyebabkan cedera dan memperparah kondisi bayi.

3. Kerokan dapat meningkatkan aliran darah

Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa kerokan dapat meningkatkan aliran darah. Faktanya, kerokan dapat menyebabkan cedera pada jaringan lunak di bawah kulit.

Pertanyaan Umum tentang Kerokan pada Bayi

    1. Apakah aman melakukan kerokan pada bayi? Sebaiknya tidak dilakukan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli medis karena kerokan pada bayi dapat memiliki risiko tertentu.
    2. Bagaimana cara melakukan kerokan pada bayi yang aman? Pastikan benda yang digunakan untuk kerokan bersih dan steril. Lakukan dengan tekanan yang lembut dan hindari melakukan kerokan pada bagian kulit yang sensitif atau rentan cedera.
    3. Kapan sebaiknya tidak melakukan kerokan pada bayi? Jika bayi sedang sakit atau demam, memiliki kulit yang sensitif atau masalah kulit, atau berusia di bawah 1 bulan.

Itulah pembahasan kami terkait Kerokan pada Bayi: Apakah Aman untuk Dilakukan?(*)

DAPATKAN UPDATE BERITA LAINNYA DI

google news icon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.