Laba Tumbuh 3 Persen, Saham BBCA Hari Ini Mulai Bangkit di Sesi Pertama Perdagangan

Avatar of PortalMadura.com
Laba Tumbuh 3 Persen, Saham BBCA Hari Ini Mulai Bangkit di Sesi Pertama Perdagangan
Laba Tumbuh 3 Persen, Saham BBCA Hari Ini Mulai Bangkit di Sesi Pertama Perdagangan

portalmadura.com – Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terpantau mulai merangkak naik ke zona hijau pada sesi pertama perdagangan hari ini, Rabu (20/5/2026). Pergerakan positif ini terjadi setelah saham bank swasta terbesar di Indonesia tersebut sempat mengalami tekanan jual yang cukup signifikan pada hari sebelumnya.

Berdasarkan data pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 10.35 WIB, saham BBCA bergerak menguat 25 poin atau setara 0,42 persen ke posisi Rp5.975 per lembar saham. Pada pembukaan perdagangan pagi tadi, BBCA langsung dibuka di level Rp5.975 dan sempat menyentuh harga tertinggi di Rp6.100 per lembar saham.

Volume perdagangan saham berkode emiten BBCA ini telah mencapai 61,04 juta lembar saham dengan nilai kapitalisasi pasar (market cap) raksasa yang berada di angka Rp729,2 triliun. Rebound tipis ini menjadi angin segar bagi para pelaku pasar setelah indeks harga saham gabungan (IHSG) sempat dibayangi sentimen negatif regional.

Kinerja Keuangan Tetap Solid, Laba Tumbuh 3 Persen

Sikap optimis para pelaku pasar terhadap pergerakan saham emiten perbankan ini didorong oleh publikasi laporan keuangan kuartalan yang dinilai tetap solid. Sepanjang empat bulan pertama tahun ini, Bank BCA berhasil membukukan laba bersih (bank-only) mencapai Rp20,8 triliun.

Pencapaian laba bersih tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 3 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY) jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Realisasi perolehan laba ini dinilai sejalan dengan estimasi para analis, yakni telah memenuhi sekitar 34 persen dari target total proyeksi keuntungan perseroan sepanjang tahun ini.

Meskipun pertumbuhan penyaluran kredit dilaporkan sedikit melambat di posisi 5 persen YoY per April 2026—berada di bawah proyeksi awal manajemen yang mematok target 8 hingga 10 persen—perseroan mampu mengimbanginya lewat efisiensi struktur biaya. Penurunan biaya kredit (cost of credit) menjadi 0,3 persen dipicu oleh strategi pembalikan provisi yang dilakukan pada April kemarin.

Rekomendasi Analis dan Valuasi Saham

Koreksi harga yang sempat terjadi pada saham perbankan papan atas ini justru dinilai membuat valuasinya menjadi jauh lebih murah dan menarik bagi para investor institusi maupun ritel. Berdasarkan data analisis pasar, rasio harga terhadap nilai buku atau Price to Book Value (PBV) BBCA saat ini bertengger di level 2,4 kali.

Sementara itu, rasio harga terhadap pendapatan atau Price to Earnings (P/E) rasio berada di kisaran 11,7 kali. Posisi indikator valuasi tersebut saat ini menunjukkan diskon yang cukup dalam karena berada di bawah rata-rata historis jangka panjang perseroan.

Sejumlah analis sekuritas domestik tetap mempertahankan rekomendasi beli (Buy) untuk saham BBCA dengan target harga jangka panjang dipatok mencapai level Rp9.200 per lembar saham. Tingkat pengembalian ekuitas (ROE) perseroan yang konsisten terjaga di atas 20 persen menjadi fondasi utama kuatnya kredibilitas fundamental emiten perbankan bersimbol saham ini di mata para pemodal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses