oleh

Laporan Kasus Kekerasan Terhadap Wartawan Pamekasan Mandek

PortalMadura.Com, Pamekasan – Wartawan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) mendatangi Markas Kepolisian Resort (Mapolres) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Senin (22/3/2021).

Para kuli tinta tersebut mempertanyakan kasus kekerasan yang menimpa reporter TV Indosiar, Fathor Rusi saat melakukan peliputan aksi demonstrasi pembakaran Kedai Bukit Bintang Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Senin (5/10/2020).

Ketua AJP, Miftahul Arifin mengungkapkan, pihaknya ingin memberikan support kepada pihak kepolisian yang terkesan lamban dalam mengungkap kasus tersebut. Padahal, kasus itu sudah dilaporkan enam bulan yang lalu atau malam hari setelah aksi demo tersebut berlangsung.

“Kedatangan kami kesini untuk mengetahui sejauh mana penanganan kasus ini. Karena sampai enam bulan, kami tidak mendapatkan informasi perkembangannya,” katanya.

Dikatakan, polisi telah mendapatkan fasilitas berupa alat canggih dari negara untuk mengungkap sebuah kasus. Tidak ada kasus berat apabila kepolisian serius mengungkap kasus, termasuk kasus yang menimpa jurnalis di lapangan.

“Karena berdasarkan informasi yang disampaikan pelapor, polisi katanya kesulitan untuk mengungkap identitas pelaku. Padahal, menurut hemat kami, polisi sudah mempunyai alat canggih dalam mengungkap kasus itu,” tandasnya.

Jurnalis Kabar Madura tersebut menyampaikan, mandeknya kasus ini akan menjadi preseden buruk bagi institusi kepolisian sebagai mitra wartawan di lapangan. Sebagai mitra seharusnya ada timbal balik yang positif.

Pihaknya telah menyertakan foto dan video dalam proses laporan untuk mempermudah kerja kepolisian. Namun, sampai sekarang belum ada perkembangan yang signifikan.

“Kami berharap ada ketegasan dari Polres untuk mengungkap kasus ini. Biar kami ini tidak menunggu hal hal yang tidak pasti, masa enam bulan tidak ada perkembangan signifikan,” tegasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pamekasan, AKP Adhi Putranto Utomo mengungkapkan, pihaknya akan menindak lanjuti kasus tersebut sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Sebab, sejauh ini kendala dalam mengungkap identitas pelaku lantaran yang diduga pelaku menggunakan masker saat melakukan aksinya.

“Kami masih melakukan penyelidikan, mudah-mudanan dalam waktu dekat kasus ini bisa terungkap,” kilahnya.

Sebagaimana diketahui, salah satu wartawan TV nasional menjadi korban keberingasan massa aksi saat meliput pembakaran fasilitas Kedai Bukit Bintang di Desa Larangan Badung Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Senin (5/10/2020).

Korban tersebut bernama Fathor Rusi wartawan TV Indosiar dan SCTV yang bertugas untuk wilayah Madura. Yang bersangkutan juga pernah menjabat sebagai Ketua Aliansi Wartawan Pamekasan (AJP).

Pantauan PortalMadura.Com, korban hendak mengambil gambar pembakaran dua fasilitas berupa gazebo beratap ilalang yang dibakar massa. Korban berupaya mengambil video dengan mencari posisi yang pas agar tulisan Bukit Bintang sebagai backround gambar terlihat.

Tiba-tiba, ada seorang peserta aksi berambut gondrong hendak merampas kamera dengan memegang pergelangan tangannya secara kuat dan meminta agar tidak mengambil video. Meskipun diberitahu jika korban adalah wartawan, tetapi tidak diindahkan.

Polisi Pamekasan Dinilai Lamban Tangani Kasus K3k3rasan Wartawan Indosiar

Penulis : Marzukiy
Editor : Desy Wulandari

Komentar