portalmadura.com – Pergerakan harga bahan pokok di wilayah Jawa Timur mencatatkan sejumlah perubahan pada Senin (10/8/2026). Berdasarkan data terbaru dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur per pukul 13.20 WIB, komoditas bumbu dapur seperti cabai serta komoditas daging mengalami kenaikan harga.
Kenaikan paling signifikan terjadi pada komoditas cabai merah keriting dan cabai merah besar. Cabai merah keriting naik sebesar 1,47 persen (Rp509) menjadi Rp35.033 per kilogram. Sementara itu, cabai merah besar melonjak 2,28 persen (Rp780) dari harga sebelumnya, sehingga kini diperdagangkan pada kisaran Rp35.008 per kilogram. Adapun cabai rawit merah juga merangkak naik 0,35 persen menjadi Rp45.473 per kilogram.
Di sektor protein, harga daging ayam ras mencatatkan kenaikan sebesar 0,70 persen (Rp251) menjadi Rp35.981 per kilogram. Daging sapi paha belakang turut mengalami kenaikan tipis 0,14 persen menjadi Rp128.561 per kilogram. Sebaliknya, harga telur ayam ras justru melandai 0,20 persen menjadi Rp23.819 per kilogram.
Untuk komoditas beras, pasokan di tingkat konsumen terpantau relatif stabil. Beras kualitas premium bertahan di angka Rp15.033 per kilogram, sedangkan beras medium mengalami penyesuaian sangat tipis sebesar Rp1 menjadi Rp13.006 per kilogram.
Sektor minyak goreng mencatatkan pergerakan bervariasi. Minyak goreng kemasan sederhana naik 0,22 persen menjadi Rp18.736 per liter, diikuti minyak goreng kemasan premium yang naik tipis ke level Rp21.801 per liter. Sementara itu, program Minyakita berada di angka Rp16.143 per liter, dan minyak goreng curah turun tipis 0,01 persen menjadi Rp20.262 per kilogram.
Komoditas bumbu lainnya seperti bawang putih Sinco/Honan naik 0,50 persen menjadi Rp30.053 per kilogram. Sebaliknya, harga bawang merah melandai 0,36 persen menjadi Rp28.569 per kilogram.
Pemantauan harga ini mencakup pasar-pasar rakyat utama di seluruh wilayah kabupaten dan kota se-Jawa Timur, termasuk kawasan Madura seperti Pasar Senenan, Pasar Ki Lemah Duwur, dan Pasar Baru Bancaran di Bangkalan; Pasar Kolpajung dan Pasar Waru di Pamekasan; Pasar Srimangunan dan Pasar Rongtengah di Sampang; serta Pasar Anom Baru dan Pasar Bangkal di Sumenep.





