PortalMadura.com – Kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) resmi berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para abdi negara untuk tetap hadir di tengah masyarakat melalui aksi sosial nyata.
Pada hari pertama pemberlakuan kebijakan, Jumat (10/4/2026), ratusan ASN terpantau turun ke lapangan untuk melaksanakan aksi gotong royong bersih-bersih lingkungan secara serentak. Kegiatan kurvei ini menyasar berbagai titik strategis, mulai dari pusat kota hingga wilayah kepulauan.
WFH Bukan Alasan Berhenti Mengabdi
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa fleksibilitas kerja yang diberikan melalui sistem WFH tidak berarti mengurangi produktivitas atau kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
“WFH itu hanya penyesuaian sistem kerja sesuai regulasi terbaru, tetapi kepedulian terhadap lingkungan tidak boleh berhenti. ASN harus tetap bergerak dan hadir di tengah masyarakat,” ujar Bupati Fauzi saat memberikan keterangan resmi.
Aksi Serentak Daratan dan Kepulauan
Kegiatan yang berlangsung secara masif ini terbagi dalam beberapa fokus area:
- Wilayah Daratan: Konsentrasi massa difokuskan di Kecamatan Kota Sumenep. Para ASN membersihkan ruas jalan protokol, mengeruk sedimen di saluran drainase, hingga merapikan fasilitas umum.
- Wilayah Kepulauan: Sinergi lintas instansi melibatkan Forkopimka, BPRS, dan Dinas Perkimhub melakukan aksi bersih-bersih di kawasan pelabuhan untuk memastikan kenyamanan transportasi publik.
Aksi kolektif ini merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat yang menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari budaya kerja birokrasi modern.
Menjaga Pelayanan Publik Tetap Optimal
Meski melibatkan aksi fisik di lapangan, Pemerintah Kabupaten Sumenep menjamin bahwa pelayanan publik tidak akan terganggu. Pemkab telah mengatur pola kerja sedemikian rupa agar tugas administratif tetap berjalan optimal sembari mendorong peran ASN sebagai teladan kebersihan bagi warga.
Melalui gerakan ini, Pemkab Sumenep berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya lingkungan yang sehat. “Ini adalah komitmen bersama untuk menjaga Sumenep tetap bersih, sekaligus menanamkan budaya kerja yang responsif terhadap kondisi lingkungan sekitar,” pungkas Bupati Fauzi.





