Kalam  

Malam Ini Nisfu Syaban! Simak Tata Cara Sholat Sunnah 15 Syaban 1447 H yang Dianjurkan Ulama

Avatar of PortalMadura.com
Malam Ini Nisfu Syaban! Simak Tata Cara Sholat Sunnah 15 Syaban 1447 H yang Dianjurkan Ulama
Malam Ini Nisfu Syaban! Simak Tata Cara Sholat Sunnah 15 Syaban 1447 H yang Dianjurkan Ulama

PortalMadura.com-Umat Islam di Indonesia memasuki malam Nisfu Syaban 1447 Hijriah pada Senin (2/2/2026) selepas Maghrib. Malam pertengahan bulan Syaban ini menjadi momentum persiapan spiritual menjelang Ramadan dengan memperbanyak amalan sunnah seperti puasa, istighfar, membaca Al-Qur’an, dan sholat malam.

Malam Nisfu Syaban dimulai sejak terbenamnya matahari pada 14 Syaban hingga terbit fajar 15 Syaban. Dalam penanggalan Hijriah, pergantian hari dihitung sejak maghrib, sehingga ibadah malam ini dapat dilaksanakan mulai Senin malam (2/2/2026) hingga Selasa dini hari.

Perbedaan Pandangan Ulama

Mengutip berbagai sumber kitab fikih klasik dan kontemporer, ulama memiliki pandangan beragam mengenai sholat khusus Nisfu Syaban. Mayoritas ulama dari kalangan Syafi’iyah dan sebagian Hanabilah memandang menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan ibadah sunnah sebagai amalan baik, selama tidak dianggap wajib atau dikaitkan dengan dalil lemah.

Sementara itu, sejumlah ulama seperti Imam Al-Baihaqi dan Ibnul Jauzi mengingatkan kehati-hatian terhadap riwayat hadis yang menjelaskan sholat khusus dengan jumlah rakaat tertentu. Pendekatan moderat yang disepakati banyak ulama kontemporer adalah memperbanyak ibadah malam secara umum—seperti sholat sunnah, dzikir, dan membaca Al-Qur’an—tanpa mengklaim ada sholat khusus yang bersifat mengikat.

Tata Cara yang Dianjurkan

Bagi yang ingin menunaikan sholat sunnah pada malam ini, para ulama menganjurkan pola berikut:

  1. Sholat dilakukan minimal dua rakaat dengan satu salam
  2. Setiap rakaat membaca Surat Al-Fatihah dilanjutkan Surat Al-Ikhlas sebanyak 10 kali (menurut sebagian riwayat)
  3. Alternatif bacaan: rakaat pertama Surat Al-Kafirun, rakaat kedua Surat Al-Ikhlas
  4. Jumlah rakaat dapat disesuaikan dengan kemampuan, tanpa harus mencapai angka tertentu yang tidak memiliki dasar kuat

Niat sholat sunnah malam Nisfu Syaban dibaca:

Ushallii sunnatan nishfi sya’baana rak’ataini lillahi ta’ala

(“Saya niat sholat sunnah Nisfu Syaban dua rakaat karena Allah Ta’ala”)

Amalan Tambahan

Setelah sholat, umat Muslim dianjurkan memperbanyak doa, istighfar, dan membaca Surat Yasin sebagai bentuk introspeksi diri. Sejumlah kitab menyebutkan doa khusus yang dipanjatkan untuk memohon penghapusan catatan buruk dan penulisan takdir baik dalam setahun ke depan. Namun ulama menekankan bahwa keutamaan malam ini terletak pada ketulusan ibadah, bukan pada ritual formal tertentu.

Pesan Kementerian Agama

Kementerian Agama RI dalam panduan tahunan menyatakan bahwa menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan ibadah sunnah diperbolehkan selama dilakukan dengan niat ikhlas dan tidak dianggap sebagai kewajiban. Masyarakat diminta merujuk pada ulama terpercaya di lingkungannya untuk memastikan amalan sesuai tuntunan syariat.

“Malam Nisfu Syaban menjadi momentum muhasabah diri sebelum memasuki Ramadan. Yang utama adalah meningkatkan kualitas ibadah dengan hati yang khusyu’, bukan terjebak pada formalitas tanpa dasar yang kuat,” ujar KH. Ahsin Sakho Muhammad, pakar hadis dari Universitas Islam Negeri Jakarta, Senin (2/2/2026).

Umat Muslim diimbau menjalankan amalan malam ini dengan tenang, tidak berlebihan, dan tetap memprioritaskan kewajiban harian. Bagi yang tidak sempat beribadah malam hari, dapat memperbanyak amalan sunnah di siang hari seperti puasa Senin-Kamis atau puasa Ayyamul Bidh pada pertengahan bulan Syaban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses