oleh

Meniti Jejak dan Peninggalan Kereta Api Madura (Part-3)

Bayar pajak itu wajib

Tugas Ibarat Judul Film Tour Of Duty, Strategi Jemput Bola Layani Penyewa

PortalMadura.Com, Bangkalan– Pengawasan, pengecekan, serta optimalisasi aset tak bergerak kini menjadi tugas Kantor Pengusahaan Aset Madura (KPA Madura). Ibarat judul film, kiranya tak berlebihan bila tugas ini dikatakan sebagai Tour of Duty.

Kantor yang beralamat di Jalan Raya Kamal No.2 Kamal, Bangkalan, Madura, ini mulai beroperasi tahun 2010. Lokasi KPA Madura berada di tepi jalan poros lintas Madura, atau berjarak sekitar 100 meter dari Pelabuhan Kamal. Awalnya rumah dinas yang direnovasi dan dialih fungsikan sebagai kantor. Dalam struktur wilayah perkeretaapian, KPA Madura di bawah naungan Daerah Operasi 8 (Daop 8) PT. Kereta Api Indonesia (Persero).

Seiring hilangnya denyut perkeretaapian di Madura serta masih adanya aset tak bergerak, berganti pula tugas dan tanggung jawab. Rutinitas kerja para karyawan tak lagi berkutat seputar operasional kereta api. Namun tugas reguler yang dijalankan layaknya fungsi kereta api.

Rentang waktu 1987 hingga 2010, sempat terjadi kevakuman aktifitas penanganan aset tak bergerak. Kamal sebagai pusat perkeretaapian di Madura kurang tersentuh pengawasan serta pengecekan. Namun bukan berarti tidak ada perhatian. Tugas pengawasan dan pengecekan aset tak bergerak saat itu ditangani langsung oleh Unit Aset Daop 8 Surabaya.

“Penanganan aset dari Kamal hingga Kalianget yang dilakukan langsung oleh Unit Aset Daop 8 Surabaya didampingi oleh tim dari sini (Kamal). Tugas pengawasan dan pengecekan berlangsung secara berkala. Barulah di tahun 2010 berdirilah Kantor Pengusahaan Aset Madura, yang secara otomatis mengambil alih tugas tersebut,” tutur Akyadi yang baru terhitung dua bulan menjabat manager KPA Madura.

Loading...

Semua aset tak bergerak milik perusahaan yang kini bernama PT. Kereta Api Indonesia (PT. KAI), yang tersebar dari Kamal hingga Kalianget wajib dilakukan pengawasan serta pengecekan. Alasan kuatnya dikarenakan semua aset tak bergerak tersebut berstatus milik negara.

Keberadaan KPA Madura jelas-jelas didasari oleh karena tidak beroperasinya jaringan kereta api di Madura. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Upaya yang kemudian dilakukan berupa pengawasan, penjagaan, serta mengoptimalkan keberadaan aset tak bergerak.

KPA Madura yang dipimpin Akyadi membawahi tiga unit kerja. Masing-masing adalah unit penjagaan aset, unit pengusahaan aset, serta unit administrasi dan penagihan. Pria asal Bekasi ini tercacat sebagai manager kelima yang memimpin KPA Madura.

Seperti telah menjadi tradisi, selalu ada heterogenitas karyawan di tiap kantor perkeretaapian di bawah naungan PT. KAI (Persero), baik di Sumatera maupun Jawa. Tradisi ini tak luput pula menjalar ke KPA Madura. Kebanyakan karyawan di kantor ini datang dari luar Madura. Domisili karyawan KPA Madura tersebar mulai dari Surabaya, Lamongan, Malang, Jember, Cilacap, Bandung, hingga Padang.

Heterogenitas ini … Selengkapnya


Penulis : Agus Hidayat
Editor : Putri Kuzaifah


Berita PortalMadura
Loading...

Komentar