NCID : Somasi Warga, Kemunduran Prestasi SBY

Avatar of PortalMadura.com

JAKARTA (PortalMadura) – Penunjukan kuasa hukum oleh SBY ternyata tidak main – main, sudah ada tiga orang yang disomasi oleh SBY melalui kuasa hukumnya yakni, Sri Mulyono aktivis Pergerakan Perhimpunan Indonesia ( PPI ), Fahri Hamzah politisi PKS sekaligus anggota DPR RI Komisi III, dan Rizal Ramli mantan Menteri Perekonomian pada tahun 2000-2001.

Menurut Direktur Eksekutif For Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman, apabila dilihat dari sosok SBY yang tumbuh dari rahim militer, sepantasnya mempunyai mental yang kuat dan bijak. Jangan seperti orang yang kebakaran jenggot ketika menghadapi berbagai kritikan yang ditujukan kepadanya, mungkin SBY adalah Presiden pertama di dunia yang melayangkan somasi terhadap warganya.

“Kritikan itu bagian dari kebebasan berpendapat dan sudah menjadi konsekwensi bagi seorang pemimpin, tidak perlu panik,” tegas Jajat melalui liris yang diterima Redaksi PoltalMadura.Com, Rabu (12/2/2014).

Jajat menambahkan, menjelang pemilu akan ada beberapa calon dari militer yang maju sebagai Capres. Seperti Pramono Edhie peserta konvensi capres dari partai Demokrat, Endriartono Sutarto peserta Konvensi capres Demokrat, Wiranto Capres dari partai Hanura, Sutiyoso capres dari PKPI, dan Prabowo Capres dari Gerindra.

Para capres yang berasal dari militer diharapkan dapat menjadi pemimpin yang cepat tanggap dan tidak mengeluarkan reaksi yang berlebihan terhadap berbagai kritikan yang di tujukan kepadanya.

“Banyak para tokoh besar di negeri ini yang terkena berbagai isu negatif namun tidak reaktif seperti Presiden SBY,” katanya.

Seharusnya presiden SBY di akhir karirnya sebagai Presiden, menciptakan banyak prestasi, bukan mengundang kontroversi dan dapat memberikan kesan yang baik serta menjadi contoh bagi pemimpin selanjutnya.

“Pemberian somasi tersebut merupakan degradasi sikap dan moral mengecewakan bagi rakyat Indonesia yang sudah mendukung beliau 10 tahun lamanya,”. tutup Jajat.(htn)

DAPATKAN UPDATE BERITA LAINNYA DI

google news icon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.