PortalMadura.com–Dua tim yang terperangkap di jurang degradasi Serie A akan saling berhadapan dalam laga krusial di Stadio Ennio Tardini, Sabtu (27/12/2025) pukul 18.30 WIB. Parma menjamu Fiorentina dalam pertandingan yang dijuluki relegation six-pointer—kemenangan bukan sekadar tiga poin, tapi bisa jadi tiket keluar dari zona merah.
Kedua tim datang dengan situasi psikologis yang bertolak belakang. Fiorentina baru saja menang besar 5-0 atas Udinese pekan lalu, mengakhiri puasa kemenangan selama 15 laga. Sementara Parma masih terluka usai dikalahkan Lazio 0-1 di kandang sendiri, meski lawan hanya bermain dengan sembilan pemain.
Menurut laporan Sports Mole, pertandingan ini menjadi ujian mentalitas: apakah Parma mampu bangkit dari trauma, atau Fiorentina mampu mempertahankan momentum kebangkitannya?
Fiorentina Datang dengan Momentum Positif
Kemenangan telak atas Udinese bukan hanya soal skor. Ia menandai kebangkitan La Viola, terutama lewat performa Moise Kean yang mencetak dua gol dan membuktikan kesiapannya memikul beban tim. Striker timnas Italia itu kini menjadi andalan utama di lini depan, didukung oleh gelandang tajam Rolando Mandragora—pencetak lima gol musim ini.
Namun, pelatih Paolo Vanoli tetap menghadapi tantangan. Ia kehilangan bek Luca Ranieri karena akumulasi kartu, sementara Robin Gosens dan Pablo Mari masih absen karena cedera. Meski begitu, David De Gea diprediksi kembali mengenakan ban kapten di bawah mistar.
Parma Krisis, tapi Punya Waktu Istirahat
Sisi tuan rumah justru tengah limbung. Parma belum pernah menang dalam enam laga kandang terakhir di Tardini dan gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain melawan Lazio—menjadi bukti rapuhnya mental tim asuhan pelatih interim Carlos Cuesta.
Kabar baiknya, Alessandro Circati telah pulih dari cedera engkel. Namun, Parma masih kehilangan kiper utama Zion Suzuki dan penyerang Matija Frigan hingga Februari 2026. Serangan kini bertumpu pada Mateo Pellegrino, yang kabarnya akan hengkang pada bursa transfer Januari.
Keuntungan Parma adalah jeda dua minggu tanpa pertandingan kompetitif—karena penundaan Supercoppa—yang memungkinkan pemulihan fisik. Namun, pertanyaannya: apakah jeda itu membuat mereka segar atau justru kehilangan ritme permainan?
Sejarah Tidak Berpihak pada Parma
Catatan pertemuan juga menjadi peringatan. Sejak 2019, Parma belum pernah menang dalam enam laga Serie A terakhir melawan Fiorentina. Musim lalu, kedua pertemuan berakhir imbang, tapi dominasi La Viola terus berlanjut.
Prediksi Susunan Pemain
Parma (4-2-3-1)
Edoardo Corvi; R. Britschgi, Enrico Delprato, Lautaro Valenti, Emanuele Valeri; Adrian Bernabe, Nahuel Estevez; Mandela Keita, Adrian Benedyczak, Jacob Ondrejka; Mateo Pellegrino.
Fiorentina (4-2-3-1):
David De Gea; Marin Pongracic, Pietro Comuzzo, Mattia Viti, Dodo; Rolando Mandragora, Nicolo Fagioli; Cher Ndour, Fabiano Parisi, Albert Gudmundsson; Moise Kean.
Prediksi Skor: Parma 1–2 Fiorentina
Dengan momentum positif, kualitas individu, dan sejarah yang mendukung, Fiorentina diunggulkan merebut kemenangan tandang pertama musim ini—sekaligus membuka jalan keluar dari dasar klasemen. Namun di laga hidup-mati seperti ini, segalanya bisa terjadi.
Bagi Parma, kekalahan berarti semakin terperosok. Bagi Fiorentina, kemenangan bisa jadi awal kebangkitan sesungguhnya.
Pertandingan ini bisa disaksikan melalui layanan siaran langsung resmi Serie A mulai pukul 18.30 WIB





