PortalMadura.com–Harga perak di Indonesia mencatat kenaikan signifikan pada Rabu, 14 Januari 2026, menyentuh level Rp54.900 per gram, naik Rp2.544 dari perdagangan sehari sebelumnya. Lonjakan ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global yang mendorong investor beralih ke aset aman (safe haven) seperti logam mulia.
Perak tidak hanya berfungsi sebagai pelindung nilai, tetapi juga menjadi komponen penting dalam berbagai sektor industri—mulai dari panel surya dan kendaraan listrik hingga elektronik canggih. Permintaan ganda ini memperkuat fundamental harga jangka panjang logam tersebut.
Berdasarkan data resmi Logam Mulia (Antam) pukul 08.28 WIB, harga perak batangan hari ini berada di angka Rp54.900 per gram. Di pasar global, menurut harga-emas.org, harga perak juga naik menjadi Rp47.607 per gram (sekitar US$3,15 per troy ounce), meningkat Rp1.864 dari posisi sebelumnya.
Berikut rincian harga produk perak Antam per 14 Januari 2026:
- Perak batangan 1 gram: Rp54.900
- Perak batangan 500 gram: Rp27.450.000 (Rp30.469.500 setelah PPN 11%)
- Perak Heritage 31,1 gram: Rp2.255.212 (Rp2.503.285 setelah PPN)
- Perak Heritage 186,6 gram: Rp12.409.636 (Rp13.774.696 setelah PPN)
Tempat Resmi Beli Perak
Bagi masyarakat yang ingin membeli perak secara aman, ada beberapa saluran resmi yang direkomendasikan:
- Butik Logam Mulia atau situs resmi Antam – Menyediakan sertifikat keaslian dan harga harian transparan.
- Pegadaian – Menawarkan pembelian langsung maupun skema cicilan melalui tabungan emas/perak.
- E-commerce tepercaya – Platform besar dengan penjual bersertifikat, meski pembeli tetap perlu memverifikasi reputasi toko dan keaslian produk.
Strategi Investasi Perak untuk Pemula
Bagi yang baru mulai, berikut opsi investasi perak yang bisa dipertimbangkan:
- Membeli fisik (batangan/koin): Cocok bagi yang ingin memiliki aset nyata, meski perlu tempat penyimpanan aman.
- Investasi digital: Melalui platform logam mulia yang memungkinkan transaksi tanpa menyimpan fisik, praktis namun harus memilih platform terpercaya.
- Pasar berjangka atau ETF komoditas: Lebih cocok untuk investor berpengalaman karena risiko fluktuasi harga global lebih tinggi.
Direktur Treasury and International Banking BRI Farida Thamrin, dalam konteks tren investasi jangka panjang, sebelumnya menekankan pentingnya literasi keuangan dalam memilih instrumen yang sesuai profil risiko. “Logam mulia seperti perak bisa menjadi bagian dari diversifikasi portofolio, terutama di masa ketidakpastian,” ujarnya dalam kesempatan terpisah.
Dengan kombinasi permintaan industri dan daya tarik sebagai aset lindung nilai, perak diprediksi akan terus menjadi pilihan menarik bagi investor domestik maupun global di tahun 2026.





