oleh

Penting! Begini Cara Mudah Mencintai Rasulullah

PortalMadura.Com“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” (QS al-Ahzab : 40). Dari ayat tersebut Allah menjelaskan, bahwa Rasulullah merupakan manusia yang dipilih Allah SWT sebagai Rasul sekaligus Nabi yang terakhir.

Selain itu, Rasulullah adalah sosok manusia istimewa, figur teladan, pemimpin panutan umat, yang seluruh perilakunya termasuk cara berpikir dan berbicaranya, sarat dengan nilai-nilai akhlak yang sangat mulia dan sangat agung, melansir dari laman Republika.co.id, Jumat (16/8/2019).

Allah SWT berfirman: “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung” (QS al-Qalam : 4).

Tidak hanya itu saja, beliau adalah seorang insan yang sangat jujur, amanah, rendah hati, bersahaja, penuh dengan keberanian, kreativitas, dan sekaligus profesional. Kehadirannya bisa membawa dan menebarkan rahmat, cinta, dan kasih sayang. Bukan sekadar bagi umat manusia, tetapi juga untuk seluruh makhluk yang ada di alam semesta, seperti tumbuh-tumbuhan dan pepohonan, kelestarian alam, hewan ternak dan binatang.

Rasulullah adalah pemimpin yang sangat memerhatikan umatnya, yang merasakan getaran jantung dan denyut hati mereka. Ketika umat bersukacita, beliau pun merasakan sukacita itu. Ketika mereka mengalami berbagai penderitaan, seperti kemiskinan, kelaparan, dan rasa takut yang luar biasa, beliaulah orang pertama yang merasakannya dan selalu berusaha mencari jalan keluarnya. Beliau juga seorang pemimpin yang larut dan menyatu dengan umatnya sehingga tidak ada pemisah antara keduanya.

Loading...

Baca Juga: Inilah 4 Nasihat Rasulullah yang Sebaiknya Diamalkan di Bulan Maulid

“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin” (QS at-Taubah : 128).

Bahkan, Rasulullah merupakan seorang pemimpin sejati, pemimpin lahir dan batin, pemimpin individu dan masyarakat, pemimpin keluarga dan bangsa, pemimpin masa damai dan masa genting, pemimpin dalam suka dan duka, dan juga pemimpin dunia akhirat.

Maka dari itu, mencintai Rasulullah sesungguhnya adalah mencintai perilaku dan akhlaknya yang sangat mulia itu. Yaitu, mencintai kejujuran, kesederhanaan, kerendahan hati, dan sekaligus mencintai keberanian untuk menyatakan yang haq itu haq dan yang batil itu batil. Beliau juga mencintai umat-umatnya, masyarakat, dan bangsa, terutama pada mereka yang fakir miskin atau yang hidupnya sedang mengalami berbagai kesulitan dan penderitaan.

Kecintaan dalam bentuk mengikuti sunahnya, pada hakikatnya merupakan refleksi dan manifestasi dari kecintaan kepada Allah SWT. Allah berfirman: “Katakanlah, ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS Ali Imran : 31). Wallahu A’lam.


Rewriter : Salimah
Sumber : republika.co.id

Komentar