PortalMadura.com– Harga perak batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menguat Rp 100 menjadi Rp 56.500 per gram pada perdagangan Kamis, 5 Februari 2026. Kenaikan ini berbanding terbalik dengan pergerakan harga emas Antam yang justru melemah pada hari yang sama.
Berdasarkan data resmi laman logammulia.com, harga perak Antam sebelumnya berada di level Rp 56.400 per gram pada Rabu (4/2/2026). Untuk produk batangan, Antam mematok harga Rp 28.375.000 untuk ukuran 500 gram dan Rp 14.650.000 untuk ukuran 250 gram. Perusahaan juga menyediakan perak butiran dengan kadar kemurnian 99,95 persen.
Di pasar global, harga perak berjangka kontrak Maret di bursa internasional naik USD 3,314 menjadi USD 86,57 per troy ounce pada perdagangan Rabu (4/2/2026) waktu Amerika Serikat, menurut data Kitco. Namun, kenaikan tersebut diikuti aksi ambil untung oleh pelaku pasar sehingga pergerakan logam mulia ini tertahan dari kenaikan lebih lanjut.
Indeks dolar AS yang menguat menjadi sentimen negatif bagi pergerakan logam mulia secara keseluruhan. Di sisi lain, kepercayaan investor terhadap emas mengalami guncangan signifikan setelah empat ETF berbasis emas terbesar di China mencatat arus keluar harian terbesar sepanjang masa pada Selasa (3/2/2026), mencapai 6,8 miliar yuan atau sekitar USD 980 juta, berdasarkan laporan Bloomberg.
Dari sisi teknikal, kontrak berjangka perak berpotensi membentuk pola bendera bearish pada grafik harian. Analis memproyeksikan level resistensi kuat berada di USD 100 per troy ounce, sementara support kritis terletak di USD 70. Resistensi jangka pendek terlihat di USD 90 dan USD 92,50, sedangkan support berikutnya berada di USD 85 dan USD 83.
Pergerakan harga perak Antam dalam beberapa hari terakhir menunjukkan volatilitas moderat. Sebelum kenaikan hari ini, harga perak sempat melonjak Rp 600 pada 4 Februari 2026, setelah sehari sebelumnya turun Rp 250 pada 2 Februari 2026.
Bagi investor ritel di Indonesia, perak Antam tetap menjadi alternatif investasi logam mulia yang menarik dengan likuiditas memadai dan harga yang relatif lebih terjangkau dibanding emas batangan. Namun, fluktuasi harga global dan sentimen pasar keuangan internasional tetap menjadi faktor penentu pergerakan harga jangka pendek.




