PortalMadura.com–Harga perak murni produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatat sejarah baru pada Selasa (20/1/2026), dengan harga per gram melonjak ke level tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH) di angka Rp58.400. Kenaikan ini menandai penguatan signifikan dari hari sebelumnya dan memperkuat tren reli yang sedang berlangsung di pasar logam mulia.
Lonjakan tersebut terjadi di tengah dinamika geopolitik global, khususnya setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kenaikan tarif impor terhadap delapan negara Eropa—langkah yang turut memberi tekanan pada nilai tukar euro dan mendorong investor beralih ke aset safe-haven seperti perak.
Di pasar internasional, harga perak spot juga menunjukkan performa cemerlang. Menurut laporan CNBC pada hari yang sama, harga perak mencapai US$93,35 per troy ons—level tertinggi baru—dan terakhir diperdagangkan 5,06% lebih tinggi di US$93,02 per troy ons.
Antam juga merilis harga dasar untuk beberapa varian produk peraknya. Untuk batangan murni 250 gram, harga dasar ditetapkan Rp15 juta (belum termasuk PPN 11%), atau Rp16,65 juta setelah pajak. Sementara itu, produk perak ukuran 500 gram dijual seharga Rp29,2 juta sebelum PPN, atau Rp32,412 juta setelah pajak.
Produk seri Heritage juga mengalami penyesuaian harga. Perak Heritage berat 31,1 gram dibanderol Rp2.364.072 (Rp2.624.120 setelah PPN), sedangkan varian 186,6 gram dihargai Rp13.062.736 (Rp14.499.637 setelah PPN).
Kenaikan harga perak Antam dalam dua hari terakhir menunjukkan minat investor yang terus meningkat terhadap logam mulia sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global. Sebelum reli ini, harga sempat turun Rp600 ke level Rp56.200 per gram pada Sabtu (17/1/2026), menjadikan akselerasi pekan ini semakin mencolok.





