oleh

Presiden Jokowi Resmikan Tiga KEK di Timur Indonesia

PortalMadura.Com, Jakarta – Presiden Joko Widodo meresmikan tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di timur Indonesia yang ditargetkan dapat menarik investasi Rp 110 triliun dan menyerap 120.000 tenaga kerja.

Ketiga KEK tersebut adalah KEK Bitung di Sulawesi Utara, KEK Morotai di Maluku Utara, dan KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) di Kalimantan Timur.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

Presiden berharap dengan adanya KEK, industri pengolahan dan industri lainnya bisa berkembang di dalam Negeri sehingga Indonesia tidak lagi sekedar mengekspor bahan mentah, tetapi juga bisa mengekspor produk yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

“Selain itu, lapangan pekerjaan juga diharapkan terbuka seluas-luasnya,” ujar Presiden Jokowi saat peresmian KEK di Manado, Senin.

Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan KEK Bitung memiliki kegiatan utama industri pengolahan kelapa, industri pengolahan perikanan, industri farmasi, dan logistik.

KEK Bitung Dibangun di area seluas 534 ha dan ditargetkan mampu menarik investasi sebesar Rp 35,2 triliun serta mampu menyerap hingga 34.710 tenaga kerja.

“KEK Bitung diproyeksikan memberikan efek terhadap perekonomian Nasional dengan peningkatan output sebesar Rp 92,1 triliun pada Tahun 2025,” jelas Menko Darmin. dilaporkan Anadolu Agency, Senin (1/4/2019).

Dia menambahkan KEK Bitung telah mendatangkan beberapa investor dengan total komitmen investasi sebesar Rp 3,8 triliun. Salah satunya adalah Futai Indonesia yang bergerak di bidang industri pengolahan kertas daur ulang dengan komitmen investasi sebesar Rp 2,8 triliun.

“Proyek Strategis Nasional (PSN) yang mendukung keberlangsungan KEK Bitung di antaranya adalah Pelabuhan Hub Internasional Bitung dan Jalan Tol Manado–Bitung,” kata Menko Darmin.

Dia menjelaskan pada Pelabuhan Hub Internasional Bitung telah dibangun Terminal Petikemas Bitung dengan kapasitas 500.000 Teus/tahun.

Sementara itu, Jalan Tol Manado-Bitung sedang dalam proses pembangunan dan ditargetkan dapat beroperasi di bulan Oktober tahun 2019.

“Jalan Tol yang dibangun sepanjang 39,9 km dengan jumlah 2 lajur 2 arah (lebar lajur 3,6 m) ini berkapasitas 14.000 kendaraan per hari,” tambah Menko Darmin.

Kemudian dia menjabarkan pada KEK selanjutnya yakni KEK Morotai dibangun pada area seluas 1.101,76 ha dengan kegiatan utama industri pengolahan perikanan, pariwisata, dan logistik.

Menurut dia, dengan potensi perikanan dan pariwisata yang ada, KEK Morotai ditargetkan dapat menarik investasi sebesar Rp 37,24 triliun serta menyerap 30.000 tenaga kerja.

“KEK Morotai diproyeksikan berkontribusi terhadap perekonomian Nasional dengan peningkatan output sebesar Rp 1,452 triliun pada Tahun 2025,” urai dia.

Menko Darmin menambahkan hingga saat ini KEK Morotai telah menghadirkan komitmen investasi sebesar Rp 455 miliar, berasal dari PT Jababeka Morotai yang juga merupakan Badan Usaha Pembangunan dan Pengelola KEK.

Investasi ini diwujudkan melalui pembangunan loft studio dengan total nilai investasi sebesar Rp 150 miliar, serta street mall dengan nilai investasi Rp 80 miliar.

“Dalam waktu dekat juga akan masuk pelaku usaha baru, yakni EBD Paragon untuk membangun hotel/resort dengan nilai investasi USD 15 juta (Rp 225 miliar),” tambah Menko Darmin.

Menko Darmin menjelaskan selanjutnya pada KEK MBTK memiliki kegiatan utama industri pengolahan kelapa sawit, industri energi, dan logistik. KEK ini dibangun di area seluas 557,34 ha dan ditargetkan mampu menarik investasi sebesar Rp 37,71 triliun.

Dia menambahkan dengan investasi tersebut diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi wilayah serta menyerap tenaga kerja paling tidak sebesar 55.700 tenaga kerja.

“KEK MBTK diproyeksikan berkontribusi pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kutai Timur sebesar Rp 4,67 triliun pada Tahun 2025,” jabar dia.

KEK MBTK telah mendatangkan beberapa investor dengan total komitmen investasi sebesar Rp 995 miliar.

Investasi tersebut antara lain Kilang Kaltim Continental yang bergerak di bidang bisnis refinery BBM dengan komitmen investasi sebesar Rp 945 miliar dan Anugerah Energitama yang bergerak di bidang bisnis tangki timbun dengan komitmen investasi sebesar Rp50 miliar.

Dengan peresmian 3 KEK ini, maka KEK yang telah beroperasi genap menjadi 10 KEK.

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar