oleh

Pria Dilarang Bercinta dalam 5 Situasi Ini

PortalMadura.Com – Pada hakikatnya, bercinta bisa membawa kenikmatan tersendiri bagi setiap pasangan yang sudah menikah. Tidak hanya itu, aktivitas ini juga menjadi salah satu cara mencurahkan rasa cinta pada pasangan.

Namun, ada batasan di mana seseorang tidak boleh bercinta dengan pasangan. Maksudnya, dalam keadaan tertentu, Anda bisa saja tidak dapat melayani pasangan di ranjang. Kondisi ini tidak bisa dipaksakan karena akan semakin memperburuk keadaan.

Jadi, manusia pada dasarnya punya rasa untuk menahan hawa nafsu itu, sekalipun itu dengan pasangannya. Demi mendapatkan kepuasan, seorang lelaki harus menahan bercinta jika mengalami keadaan berikut.

Sebagaimana dilansir Okezone.com yang dikutip dari Boldsky, Anda harus tahu kapan waktu yang tepat untuk menahan nafsu. Kapan waktu yang dimaksud tersebut?. Berikut ulasan lengkapnya:

Meditasi

Manusmerti (kitab Undang-undang agama Hindu) mengatakan, jika seorang pria sedang rutin melakukan meditasi, maka ia harus menahan bercinta. Dengan kata lain, ketika seseorang melakukan meditasi, ia harus mencurahkan energi dan kesadarannya kepada Yang Maha Kuasa.

Jadi, apabila berkeinginan atau memiliki nafsu untuk berhubungan intim maka sebaiknya ditahan dulu sampai waktu meditasi selesai dilakukan.

Duka

Ketika keadaan sedang berduka, segala hal menjadi tidak karuan untuk dilakukan. Pikiran menjadi kacau dan tidak menentu. Termasuk untuk sekadar melakukan hubungan intim atau bercinta yang dipercaya bisa membahagiakan.

Jadi, seorang pria harus menahan hubungan ‘seksual’ ketika dia atau pasangannya berduka cita karena kehilangan seseorang. Sebab, memaksa pasangan untuk melakukan hubungan intim saat sedang berduka merupakan tindakan yang kurang etis.

Kelelahan

Pada hakikatnya, tubuh manusia bukanlah mesin dan butuh istirahat. Apalagi setelah seharian sibuk dengan berbagai aktivitas. Biasanya, untuk bercinta pun tidak lagi menggairahkan.

Oleh karena itu, seorang pria harus menahan nafsunya ketika kelelahan. Karena ‘seks’ adalah salah satu sikap untuk menunjukkan rasa cintanya terhadap pasangan dan membutuhkan banyak energi.

Sakit

Tidak hanya kalau sedang berduka dan kelelahan saja, saat sakit pun Anda disarankan untuk tidak melakukan hubungan intim dengan pasangan. Sebab, bukan tidak mungkin hal itu akan memperburuk keadaan.

Baca Juga : Muslim Wajib Tahu, Inilah 6 Larangan Bercinta Dalam Islam

Jika Anda mencoba untuk berhubungan ‘seksual’ dari pasangan yang sedang sakit atau berusaha untuk pulih dari penyakit, maka ini bisa menunjukkan sifat yang tidak manusiawi sebagai seorang pria. Sehingga hubungan ‘seksual’ menjadi tidak sempurna.

Nafsu

Jika seorang pria sedang dikuasai nafsu, maka itu dapat merusak martabatnya. Hal itu dapat membuatnya kehilangan rasa hormat terhadap wanita.

Memiliki pikiran bernafsu dan berusaha berhubungan ‘seksual’ karena terpaksa adalah dosa. Oleh karena itu, seorang pria harus menahan nafsunya supaya mendapatkan kepuasan dalam bercinta.

Pasangan yang Labil

Apabila pasangan sedang mengalami stres, frustrasi, depresi, atau cukup terganggu karena situasi yang tidak menyenangkan dalam hidup, maka lebih baik untuk membantu memulihkan masalah yang dihadapi pasangan, dengan memberikan dukungan moral.

Kondisi ini tentunya membutuhkan peran Anda dan kepedulian Anda pada pasangan. Apabila semuanya sudah selesai diatasi, maka dengan mudahnya Anda bisa melakukan aktivitas menyenangkan itu bersama dia.

Rewriter : Putri Kuzaifah
Sumber: okezone.com
Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE