oleh

Rantai Motor Dilumasi Oli Bekas Vs Minyak Goreng, Ini Untung Ruginya

PortalMadura.Com – Jenis sepeda motor matik memang lebih banyak diminati oleh masyarakat, khususnya di Indonesia. Tapi, bukan berarti model lain tidak ada yang membelinya di pasaran.

Di sebagian tempat, justru motor bebek masih menjadi andalan pengguna kendaraan bermotor roda dua. Hal ini karena bahan bakarnya lebih irit dan murah dalam perawatannya. Namun, hal itu hanya bisa didapat jika pemilik selalu melakukan perawatan berkala.

Salah satu komponen yang wajib diperiksa adalah rantai. Fungsinya sangat penting, yakni sebagai perantara energi yang dihasilkan mesin ke roda. Tanpa rantai, roda belakang tidak akan berputar.

Seiring pemakaian, rantai kerap terpapar kotoran, baik debu maupun lumpur. Tidak jarang, air kotor dari genangan membasahi komponen tersebut. Jika dibiarkan, maka umur pakainya tidak akan lama.

Untuk mencegah kotoran melekat pada rantai, umumnya pemilik melumuri dengan oli bekas. Cara ini dianggap praktis dan murah. Sayangnya, keuntungan yang didapat tidak sebanding dengan kerugian yang diderita.

Oli bekas akan membuat kotoran lebih mudah menempel di rantai. Alhasil, kekuatan rantai akan berkurang dan mudah putus. Bahan lain yang juga kerap digunakan untuk melumasi rantai adalah minyak goreng. Berbeda dengan oli bekas, warna minyak goreng cenderung bening, sehingga membuat tampilan rantai lebih resik.

Baca Juga : Guys, Begini 3 Cara Mudah Rawat Rantai Motor Sendiri di Rumah

Selain itu, sifat minyak yang licin membuat rantai menjadi tidak mudah kaku dan putus. Tapi, kerugiannya adalah soal daya tahan. Minyak goreng tidak bisa melindungi rantai dalam jangka waktu lama, sehingga pemilik harus sering-sering memeriksanya.


Rewriter : Putri Kuzaifah
Sumber : viva.co.id

Komentar