Rupiah Hari Ini Nyaris Tembus Rp17.000 per Dollar AS, Apa Penyebabnya?

Avatar of PortalMadura.com
Rupiah Hari Ini Nyaris Tembus Rp17.000 per Dollar AS, Apa Penyebabnya?
Rupiah Hari Ini Nyaris Tembus Rp17.000 per Dollar AS, Apa Penyebabnya?

PortalMadura.com – Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (AS) mengawali pekan ini dengan tren pelemahan. Berdasarkan data pasar uang pada Senin pagi (9/3/2026), mata uang Garuda terpantau bergerak di kisaran Rp16.940 hingga Rp16.960 per Dollar AS, mendekati level psikologis baru.

Pelemahan ini terjadi setelah Rupiah sempat menunjukkan performa positif pada pertengahan pekan lalu. Para analis menilai kondisi ini dipicu oleh kombinasi sentimen global dan aksi ambil untung (profit taking) oleh para investor di pasar valuta asing.

Faktor Pemicu Pelemahan Rupiah

Setidaknya ada tiga faktor utama yang membayangi pergerakan nilai tukar hari ini:

  • Data Inflasi AS: Pasar saat ini sedang bersikap waspada menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat terbaru. Jika inflasi AS tetap tinggi, ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga ketat akan menguatkan posisi Dollar secara global.
  • Tekanan Jual: Setelah penguatan singkat pekan lalu, banyak pelaku pasar memilih untuk mencairkan keuntungan, yang secara otomatis memberikan tekanan jual terhadap Rupiah.
  • Sentimen Risk-Off: Ketidakpastian ekonomi global membuat investor cenderung beralih ke aset aman (safe haven) seperti Dollar AS.

[attachment_0](attachment)

Prediksi dan Langkah Bank Indonesia

Meski berada dalam tekanan, pengamat ekonomi memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan tetap aktif melakukan intervensi di pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Langkah ini bertujuan untuk menjaga volatilitas agar nilai tukar tidak menembus angka Rp17.000 per Dollar AS.

Untuk perdagangan hari ini, Rupiah diprediksi akan bergerak fluktuatif dalam rentang berikut:

Posisi Estimasi Nilai Tukar
Batas Support (Kuat) Rp16.850
Titik Pivot (Tengah) Rp16.945
Batas Resistance (Lemah) Rp17.020

Para pelaku usaha dan masyarakat yang memiliki kebutuhan transaksi valas disarankan untuk terus memantau pergerakan kurs secara real-time, mengingat tingginya dinamika pasar menjelang pengumuman data ekonomi penting dari Amerika Serikat tengah pekan nanti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses