PORTALMADURA.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali dibuka melemah pada awal perdagangan Selasa, 22 September 2026. Pelemahan mata uang Garuda ini dipengaruhi oleh kombinasi sentimen ekonomi global serta penantian arah kebijakan moneter dalam negeri.
Berdasarkan data pasar uang pada Selasa pagi pukul 09.00 WIB, nilai tukar rupiah tergelincir 0,20 persen atau berada di posisi Rp17.860 per dolar AS. Pergerakan ini melanjutkan tren koreksi dari penutupan perdagangan hari sebelumnya yang berada di level Rp17.830 per dolar AS.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan mata uang Negeri Paman Sam terhadap enam mata uang utama dunia terpantau menguat tipis dan bertahan di kisaran level 100,42. Kondisi ini memberikan tekanan tambahan bagi pergerakan mata uang kawasan Asia, termasuk rupiah.
Dari dalam negeri, fokus perhatian para pelaku pasar dan investor tertuju pada pelaksanaan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang mulai berlangsung pada 22 hingga 23 September 2026. Pasar menantikan pengumuman penetapan suku bunga acuan (BI-Rate) yang dijadwalkan akan disampaikan secara resmi oleh Gubernur BI pada Rabu esok.
Selain faktor teknis domestik, ketegangan geopolitik global dan fluktuasi harga minyak mentah dunia yang masih berada di level tinggi juga turut membayangi stabilitas pasar keuangan. Analis memperkirakan pergerakan rupiah sepanjang hari ini akan tetap berada dalam rentang konsolidasi hingga keputusan kebijakan moneter dari Bank Indonesia resmi diumumkan.





