PortalMadura.com – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan performa positif pada perdagangan Rabu (22/4/2026). Mata uang Garuda berhasil melanjutkan tren penguatan di tengah penantian pasar terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pekan ini.
Rupiah Menguat ke Level Rp 17.142
Berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, Rupiah tercatat menguat sekitar Rp 34 atau 0,20% ke posisi Rp 17.142 per dolar AS. Penguatan ini sejalan dengan mayoritas mata uang di Asia yang juga bergerak di zona hijau.
Beberapa faktor utama yang mempengaruhi pergerakan nilai tukar hari ini antara lain:
Baca Juga:
- Sentimen Global: Harapan positif dari hasil negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang memberikan angin segar bagi pasar keuangan Asia.
- Kebijakan Moneter: Ekspektasi pasar bahwa Bank Indonesia akan tetap menahan suku bunga acuan (BI Rate) untuk menjaga stabilitas nilai tukar di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia.
- Arus Modal: Adanya aliran modal masuk (capital inflow) yang kembali melirik pasar aset domestik.
Proyeksi Kurs Rupiah Hari Ini
Para analis memprediksi Rupiah akan bergerak fluktuatif namun cenderung stabil di rentang Rp 17.100 hingga Rp 17.200 per dolar AS sepanjang hari ini. Tingginya angka kelembapan pasar terhadap rilis data ekonomi domestik menjadi faktor penentu pergerakan sore nanti.
Bagi pelaku usaha dan masyarakat yang ingin melakukan transaksi valuta asing, disarankan untuk memantau kurs secara real-time di bank-bank komersial karena adanya selisih spread jual dan beli.
Catatan Redaksi: Nilai tukar valuta asing sangat dinamis dan dapat berubah dalam hitungan menit. Pastikan Anda melakukan konfirmasi kurs terkini sebelum melakukan transaksi finansial besar.
Dapatkan update berita ekonomi dan kurs mata uang terbaru setiap hari hanya di portalmadura.com.






