Saham BBCA Dihitung Ulang! Target Harga Berubah Drastis Usai Laba Kuartal I-2026 Tumbuh 4 Persen

Avatar of PortalMadura.com
Saham BBCA Dihitung Ulang! Target Harga Berubah Drastis Usai Laba Kuartal I-2026 Tumbuh 4 Persen
Saham BBCA Dihitung Ulang! Target Harga Berubah Drastis Usai Laba Kuartal I-2026 Tumbuh 4 Persen

portalmadura.com – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dinilai masih menunjukkan ketahanan laba yang solid di tengah fluktuasi ekonomi awal tahun 2026. Meski demikian, sejumlah analis mulai melakukan penghitungan ulang terhadap target harga saham emiten perbankan blue chip ini akibat adanya tekanan pada margin bunga bersih.

Berdasarkan laporan kinerja keuangan kuartal I-2026 (1Q26), BCA berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 14,7 triliun. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 4 persen secara tahunan (Year-on-Year/YoY) maupun secara kuartalan (Quarter-on-Quarter/QoQ), sebuah hasil yang dinilai sejalan dengan estimasi pasar.

Analis MNC Sekuritas, Victoria Venny, dalam risetnya pada Senin (27/4/2026), mengungkapkan bahwa performa positif emiten bersandi saham BBCA ini ditopang oleh dua faktor utama. “Kinerja BBCA didukung oleh pendapatan berbasis biaya (fee income) yang solid serta pengendalian biaya operasional yang sangat ketat,” tulisnya.

Tekanan NIM dan Peningkatan Cadangan Kredit

Meski laba tetap tumbuh, Victoria mencatat adanya tantangan pada sisi Net Interest Margin (NIM). Saat ini, NIM BBCA berada di level 5,4 persen, yang mengindikasikan adanya tekanan jangka pendek.

Selain itu, biaya pencadangan atas potensi kredit bermasalah atau Cost of Credit (CoC) terpantau merangkak naik menjadi 0,6 persen. Kenaikan ini dipandang sebagai langkah antisipatif manajemen dalam menghadapi risiko di sektor ritel.

“Peningkatan CoC ini mencerminkan sikap BBCA yang jauh lebih hati-hati, terutama pada segmen ritel yang mulai menunjukkan dinamika tersendiri,” tambah Victoria dalam riset tersebut.

Pertumbuhan Kredit Didominasi Sektor Korporasi

Dari sisi intermediasi, pertumbuhan kredit BCA tercatat moderat di angka 5,6 persen secara tahunan (YoY). Pendorong utama pertumbuhan ini berasal dari segmen korporasi dan perbankan syariah yang masih menunjukkan gairah tinggi.

Sebaliknya, segmen konsumer dilaporkan masih cenderung lemah. Meskipun kualitas aset secara umum dinilai masih terjaga dengan baik, muncul indikasi awal tekanan pada kenaikan Loan at Risk (LAR) yang mulai diwaspadai oleh para pelaku pasar.

Analisis Target Harga Saham BBCA

Adanya kombinasi antara pertumbuhan laba yang terjaga namun dibayangi tekanan NIM dan kenaikan risiko kredit membuat para analis melakukan kalkulasi ulang terhadap valuasi saham BBCA. Perubahan target harga yang cukup drastis ini menjadi perhatian serius bagi para investor ritel maupun institusi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Para investor disarankan untuk tetap mencermati perkembangan kualitas aset dan strategi efisiensi bank dalam beberapa kuartal mendatang sebelum mengambil keputusan investasi jangka panjang.

Dapatkan ulasan mendalam mengenai analisis saham dan berita ekonomi terkini hanya di portalmadura.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses