oleh

Sanggar Tarara, Wujud Kebangkitan Kesenian Bangkalan (Part-1)

Sudarsono, Gelisah Melihat Vakumnya Kesenian Disusul Kehilangan Teman Seperjuangan

PortalMadura.Com, Bangkalan – Dari halaman stadion karapan sapi, lahir generasi penari yang lebih dari mengharumkan nama Bangkalan. Rentang waktu hampir 23 tahun berkarya, Sanggar Tarara tumbuh menjadi sanggar yang mandiri. Sukses menjalankan regenerasi penari, konsisten dalam karya dan penampilan, berekspansi sebagai pelatih di sekolah formal, serta mendapat pengakuan secara reputasi.

Raut muka Sudarsono (52) terlihat serius sore itu. Hampir tak ada senyum yang tersungging, terlebih tawa kecil. Pandangannya tajam, tertuju pada sekelompok remaja putri yang tengah berlatih tari. Sambil berdiri di teras Stadion Kerapan Sapi RP. Mochamad Noer yang lokasinya di Jalan Kapten Syafiri, Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Ia mengamati setiap gerakan tangan, kaki, kepala, serta badan anak didiknya.

Loading...

Berada di posisi lebih tinggi membuatnya leluasa mengamati setiap gerakan tari dari awal hingga akhir. Sesekali ia harus berteriak untuk memberi instruksi. Teriakan yang sekaligus jadi penyemangat latihan. Meski ada pelatih yang membimbing, tak jarang ia harus beranjak dari tempat semula untuk menghampiri penari yang salah ataupun kurang luwes melakukan gerakan.

Bisa saja ia mempercayakan sepenuhnya pada pelatih. Naluri berkesenian yang telah tertanam dan mengakar dalam diri tak jarang mengharuskannya terjun langsung mendampingi pelatih. Memperbaiki kesalahan gerakan, mengatur kekompakan gerakan, serta menciptakan keindahan gerakan adalah tiga dari banyak hal yang ia lakukan. Semua itu bermuara pada kesempurnaan penampilan.

“Tarian ini diikutsertakan dalam lomba, jadi saya perlu tahu setiap progres latihan. Saya ingin mereka tampil kompak dan serasi dalam gerakan, menghibur penonton, dan yang terpenting mendapat apresiasi tinggi dari juri. Jika ketiga unsur itu tercapai, insyaallah bisa meraih juara,” harapnya.

Kerja keras …

Halaman: 1 2 3 4 5 6

Penulis : Agus Hidayat
Editor : Hartono
whatsapp share top ten article
Loading...
Loading...

Komentar