oleh

Sejumlah Akun Medsos Sebarkan Berita Hoaks Banjir Ponpes Annuqayah

PortalMadura.Com, Sumenep – Sejumlah akun media sosial facebook dan YouTube menyebarkan berita hoaks (hoax) atau kabar bohong soal banjir yang terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Annuqayah, Guluk-guluk, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Senin (17/2/2020).

Adanya Korban Jiwa

Penelusuran PortalMadura.Com diberbagai media sosial (medsos) pada Senin (17/2/2020) malam, salah satu pesan berantai melalui WhatsApp yang bersifat hoaks adalah adanya korban jiwa akibat banjir yang melanda wilayah pondok pesantren.

Faktanya, memang benar ada santri hanyut di selokan dan pihak pesantren telah mengklarifikasi secara resmi bahwa santri tersebut selamat dan hanya luka ringan.

“Memang ada santri yang terhanyut di gorong-gorong di kawasan pesantren. Namun, santri tersebut selamat dan langsung dirawat di Ponkestren Annuqayah,” kata Ketua Pengurus Ponpes Annuqayah, KH M Naqib Hasan, Senin (17/2/2020) malam.

Kiai Naqib juga menunjukkan surat keterangan dari Ketua Pengurus Ponpes Annuqayah Latee, Moh Ainur Ridla, yang menyatakan santri tersebut, Romi Roqi Dhaifullah, mengalami luka akibat terseret arus di gorong-gorong dan langsung mendapat perawatan di ponkestren setempat.

Baca Juga : Santri Ponpes Annuqayah Terseret Arus di Saluran Drainase Jalani Perawatan Medis

Banjir Bandang

Satu akun YouTube memposting banjir tanggal 17 Februari 2020 dengan judul ‘Banjir Bandang di Pondok Guluk-Guluk Sumenep‘.

Untitled 1
screenshot youtube

Dalam video itu terlihat ada tenda dan pagar roboh serta sejumlah motor terendam banjir. Video yang disajikan seakan-akan yang terjadi hari ini. Namun, video tersebut bukan banjir yang terjadi pada Senin (17/2/2020) alias hoaks (hoax).

fb
screenshot facebook

Akun YouTube lainnya, justru memberi judul ‘Ponpes Annuqayah Menangis’. Bahkan, sejumlah akun facebook turut serta membagikan video hoaks tersebut.

Untitled.png2
screenshot youtube

Faktanya, video yang berjudul ‘Banjir Bandang di Pondok Guluk-Guluk Sumenep‘ adalah peristiwa banjir yang terjadi tahun 2016. Salah satu pengasuh pondok pesantren Annuqayah, Guluk-guluk, Sumenep, K. Hazmi Basyir telah mengklarifikasi kondisi banjir yang terjadi hari ini, Senin (17/2/2020).

“Tidak benar ada korban bangunan roboh. Jika beredar foto/video berisi pagar kampus Instika yang roboh diterjang banjir, itu peristiwa lama,” katanya.

Pada Senin (17/2) malam, air yang merendam sejumlah tempat di kawasan Ponpes Annuqayah sudah surut. Kegiatan kepesantrenan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Annuqayah tidak menangis.(*)

Penulis : Putri Kuzaifah
Editor : Putri Kuzaifah
Tirto.ID
Loading...

Komentar