<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Pulau Madura &#8211; PortalMadura.com</title>
	<atom:link href="https://portalmadura.com/tag/pulau-madura/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://portalmadura.com</link>
	<description>Situs Berita Madura Terkini</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 Aug 2023 09:22:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://portalmadura.com/wp-content/uploads/2024/10/cropped-Logo-PortalMadura-1-32x32.webp</url>
	<title>Pulau Madura &#8211; PortalMadura.com</title>
	<link>https://portalmadura.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Berdayakan Mpu Keris Aeng Tongtong Melalui Modal Intelektual dan Pasar Digital</title>
		<link>https://portalmadura.com/berdayakan-mpu-keris-aeng-tongtong-melalui-modal-intelektual-dan-pasar-digital-305030/</link>
					<comments>https://portalmadura.com/berdayakan-mpu-keris-aeng-tongtong-melalui-modal-intelektual-dan-pasar-digital-305030/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[PortalMadura.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Aug 2023 09:15:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[keris]]></category>
		<category><![CDATA[MPU]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Madura]]></category>
		<category><![CDATA[Unija]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://portalmadura.com/?p=305030</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com/berdayakan-mpu-keris-aeng-tongtong-melalui-modal-intelektual-dan-pasar-digital-305030/">Berdayakan Mpu Keris Aeng Tongtong Melalui Modal Intelektual dan Pasar Digital</a></p>
<p>PortalMadura.com, Sumenep &#8211; Tim Universitas Wiraraja (Unija) berhasil melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk &#8220;Pemberdayaan Pengrajin...</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com">PortalMadura.com - Situs Berita Madura Terkini</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com/berdayakan-mpu-keris-aeng-tongtong-melalui-modal-intelektual-dan-pasar-digital-305030/">Berdayakan Mpu Keris Aeng Tongtong Melalui Modal Intelektual dan Pasar Digital</a></p>
<p><strong><a href="https://portalmadura.com/">PortalMadura.com</a>, <a href="https://portalmadura.com/berita-madura/sumenep/">Sumenep</a></strong> &#8211; Tim Universitas Wiraraja (Unija) berhasil melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk &#8220;<em>Pemberdayaan Pengrajin Keris Melalui Penguatan Modal Intelektual dan Pemasaran Digital di Desa Aeng Tongtong, Kabupaten Sumenep</em>&#8220;, <a href="https://portalmadura.com/berita-madura/">madura</a>, Jawa Timur.</p>
<p>Ketua pelaksana Dr. Mohammad Herli, M.Ak menyebutkan, hal tersebut sebagai upaya berkelanjutan dalam menjaga kearifan lokal dan mendukung pertumbuhan ekonomi mikro yang mencatat prestasi signifikan.</p>
<p>Program itu dilaksanakan berkat adanya dukungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Melibatkan kolaborasi kampus di Jawa Timur, yaitu Unija dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya.</p>
<p>Tim ini terdiri dari 3 (tiga) orang; Dr. Mohammad Herli, M.Ak (Ketua pelaksana), Nur Qoudri Wijaya, S.E., M.M dan Dr. Mar`a Elthaf Ilahiyah, S.E.,M.A (anggota pelaksana).</p>
<p>Menurut Mohammad Herli, kegiatan itu juga melibatkan lebih dari 20 orang mahasiswa guna mempermudah pelaksanaan kegiatan di lapangan.</p>
<p>&#8220;Kegiatan ini membuktikan bahwa kearifan budaya dan inovasi bisnis dapat bersinergi demi mendorong perkembangan ekonomi yang berkelanjutan,&#8221; terang Herli, Sabtu (19/8/2023).</p>
<p><strong>Mengawal Kearifan Lokal Melalui Keris: Tradisi dan Seni Menyatu</strong></p>
<figure id="attachment_305034" aria-describedby="caption-attachment-305034" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-305034 size-large" src="https://portalmadura.com/wp-content/uploads/2023/08/4-400x225.jpg" alt="Berdayakan Mpu Keris Aeng Tongtong Melalui Modal Intelektual dan Pasar Digital" width="400" height="225" title="Berdayakan Mpu Keris Aeng Tongtong Melalui Modal Intelektual dan Pasar Digital - PortalMadura.com"><figcaption id="caption-attachment-305034" class="wp-caption-text">IST</figcaption></figure>
<p>Mohammad Herli mengemukakan, keris telah melampaui batas waktu dan menjadi bukti hidup tentang bagaimana warisan budaya bisa berlanjut di tengah perubahan zaman. Tak hanya sebagai senjata tradisional, keris adalah simbol identitas, kehormatan, dan pengetahuan leluhur.</p>
<p>Kabupaten Sumenep, dengan segala kekayaan sejarah dan budaya, menjadi lokasi ideal untuk mengembangkan sentra kerajinan keris yang berkualitas. Namun, tantangan tak terhindarkan muncul.</p>
<p>Mpu (empu) atau pengrajin keris yang merupakan penerus generasi-generasi sebelumnya menghadapi berbagai perubahan sosial dan ekonomi. Di tengah dunia modern yang terus berkembang, bagaimana keris tetap relevan dan diminati menjadi pertanyaan yang mendasar.</p>
<p>&#8220;Inilah urgensi dari kegiatan &#8216;Pemberdayaan Pengrajin Keris Melalui Penguatan Modal Intelektual dan Pemasaran Digital di Desa Aeng Tongtong Kabupaten Sumenep,&#8221; tegas Herli.</p>
<p>Keris merupakan senjata tradisional yang penuh makna dan keindahan, telah mewakili lebih dari sekadar alat perang dalam budaya Indonesia. Di balik rancangan fisiknya yang unik dan ukiran yang rumit, terkandung nilai-nilai budaya, spiritualitas, dan sejarah panjang.</p>
<p>Sumenep sendiri memegang peran khusus dalam menjaga dan mewariskan tradisi ini. Di tengah arus modernisasi dan pergeseran nilai-nilai, keris tetap menjadi simbol kearifan lokal yang menghubungkan masa lalu dan masa depan.</p>
<p>Tradisi kerajinan keris telah tertanam dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Sumenep. Dari generasi ke generasi, pengetahuan tentang pembuatan keris dan seni ukirannya dilestarikan secara turun-temurun. Namun, tantangan tidak bisa dihindari.</p>
<p>&#8220;Melihat era globalisasi dan perubahan sosial yang cepat, tradisi ini berada dalam risiko mengalami perubahan yang mungkin merusak esensinya,&#8221; ujarnya.</p>
<p><strong>Seni dan Nilai Budaya Menyatu dalam Keris</strong></p>
<figure id="attachment_305033" aria-describedby="caption-attachment-305033" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="wp-image-305033 size-large" src="https://portalmadura.com/wp-content/uploads/2023/08/3-400x225.jpg" alt="Berdayakan Mpu Keris Aeng Tongtong Melalui Modal Intelektual dan Pasar Digital" width="400" height="225" title="Berdayakan Mpu Keris Aeng Tongtong Melalui Modal Intelektual dan Pasar Digital - PortalMadura.com"><figcaption id="caption-attachment-305033" class="wp-caption-text">IST</figcaption></figure>
<p>Dalam setiap ukiran dan bilah keris, seni dan nilai budaya Indonesia menyatu dengan harmonis. Keris tidak hanya merupakan objek fisik, tetapi juga representasi dari sistem kepercayaan, kepemimpinan, dan simbol-simbol spiritual.</p>
<p>Menurut Herli, pola dan motif yang rumit pada keris mencerminkan kebijaksanaan leluhur dan mengandung pesan moral yang menginspirasi. Dengan demikian, keris tidak hanya dihasilkan melalui teknik dan keterampilan, tetapi juga melalui pemahaman mendalam tentang filosofi dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.</p>
<p><strong>Kabupaten Sumenep: Jantung Kreativitas Keris</strong></p>
<p>Kabupaten Sumenep di Pulau Madura telah lama dikenal sebagai pusat kerajinan keris yang berkualitas. Desa-desa di sekitar wilayah ini telah menjadi basis bagi puluhan pengrajin keris yang mengabdikan hidup mereka untuk menghasilkan karya seni yang indah.</p>
<p>&#8220;Inilah tempat di mana aliran seni dan budaya terjalin dengan harmonis, menciptakan karya yang tak hanya memiliki nilai estetika tinggi, tetapi juga mengandung sejarah dan makna mendalam,&#8221; ungkap Herli.</p>
<p>Namun, menghadapi dinamika zaman yang terus berubah, sentra kerajinan keris ini juga mengalami tantangan. Penurunan minat generasi muda dalam mempelajari seni tradisional, perubahan pola konsumsi masyarakat, serta perubahan nilai budaya masyarakat modern, semuanya memberikan tekanan pada kelangsungan tradisi kerajinan keris.</p>
<p><strong>Meningkatkan Daya Saing Melalui Penguatan Modal Intelektual</strong></p>
<figure id="attachment_305032" aria-describedby="caption-attachment-305032" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="wp-image-305032 size-large" src="https://portalmadura.com/wp-content/uploads/2023/08/2-400x225.jpg" alt="Berdayakan Mpu Keris Aeng Tongtong Melalui Modal Intelektual dan Pasar Digital" width="400" height="225" title="Berdayakan Mpu Keris Aeng Tongtong Melalui Modal Intelektual dan Pasar Digital - PortalMadura.com"><figcaption id="caption-attachment-305032" class="wp-caption-text">IST</figcaption></figure>
<p>Inilah latar belakang dari kegiatan &#8220;Pemberdayaan Pengrajin Keris Melalui Penguatan Modal Intelektual dan Pemasaran Digital di Desa Aeng Tongtong Kabupaten Sumenep&#8221; yang dilakukan oleh Tim dari Universitas Wiraraja.</p>
<p>Kegiatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai langkah konkret untuk meningkatkan kualitas produksi dan manajemen pengrajin, tetapi juga sebagai usaha untuk menjaga kearifan lokal yang telah menjadi bagian dari identitas Kabupaten Sumenep.</p>
<p>Herli menyampaikan, pemberdayaan pengrajin disini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari transfer pengetahuan tentang pentingnya modal struktural dalam hal ini legalitas usaha, hingga pelatihan manajemen bisnis dan keuangan yang membantu pengrajin dalam mengelola usaha mereka dengan lebih efisien dan profesional.</p>
<p>&#8220;Hal ini diharapkan tidak hanya meningkatkan aspek manajemen, tetapi juga membantu para pengrajin menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks,&#8221; katanya.</p>
<p>Dalam era globalisasi dan transformasi digital, pengrajin keris di Kabupaten Sumenep tidak dapat mengabaikan pentingnya penguatan modal intelektual sebagai kunci untuk meningkatkan daya saing mereka.</p>
<p>Keterampilan tradisional dalam pembuatan keris perlu diimbangi dengan pengetahuan modern tentang manajemen bisnis, teknologi, dan pemasaran.</p>
<p>Maka kegiatan &#8220;Pemberdayaan Pengrajin Keris Melalui Penguatan Modal Intelektual dan Pemasaran Digital di Desa Aeng Tongtong Kabupaten Sumenep&#8221; yang digalakkan oleh Tim dari Universitas Wiraraja menjadi landasan utama dalam menghadapi tantangan dan peluang di pasar yang semakin kompleks.</p>
<p>Penguatan modal intelektual membawa pengrajin keris ke level baru dalam berbagai aspek. Pertama, pengetahuan tentang manajemen bisnis memberikan pandangan yang lebih luas dan strategis terhadap operasi mereka.</p>
<p>Dengan mengoptimalkan proses produksi, mengelola inventaris, dan merancang strategi pemasaran yang efektif, pengrajin dapat membangun bisnis yang berkelanjutan dan menguntungkan. Kedua, penguatan modal intelektual juga membawa pengrajin ke arah teknologi modern.</p>
<p><strong>Melalui Pemasaran Digital, Mengenalkan Kearifan Lokal [Keris] ke kancah Dunia</strong></p>
<p>Salah satu elemen penting dalam pemberdayaan pengrajin keris adalah pemasaran digital. Di era di mana teknologi informasi mendominasi, kehadiran <em>online</em> menjadi penting untuk memperluas jangkauan pasar.</p>
<p>Tim dari Universitas Wiraraja membekali para pengrajin dengan pengetahuan tentang pemanfaatan media sosial, <em>platform e-commerce</em>, dan strategi pemasaran digital lainnya.</p>
<p>Dengan pemasaran digital, pengrajin keris dapat lebih mudah mengenalkan karya-karya mereka kepada masyarakat luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.</p>
<p>&#8220;Hal Ini juga membuka pintu bagi wisatawan yang tertarik untuk memahami dan memiliki potongan budaya Indonesia yang berharga ini,&#8221; terang Herli.</p>
<p>Tidak dapat dipungkiri, teknologi telah membuka pintu baru dalam dunia bisnis, termasuk untuk pengrajin keris di Kabupaten Sumenep.</p>
<p>Dalam era digital ini, pemasaran tidak lagi terbatas pada lingkup lokal, tetapi mencapai dimensi global.</p>
<p>Melalui pelatihan pemasaran digital yang diadakan oleh Tim dari Universitas Wiraraja, Mpu (empu) atau pengrajin keris telah mengalami transformasi luar biasa dalam cara mereka memasarkan produk dan mengenalkan kearifan lokal ke seluruh dunia.</p>
<p>Pemasaran digital membawa pengrajin dari ujung pulau ke kancah global dengan sekejap. Melalui media sosial seperti<em> Instagram, Facebook</em>, dan <em>platform e-commerce</em>, pengrajin keris telah mampu menampilkan produk-produk mereka dengan gaya yang menarik dan mengundang minat.</p>
<p>&#8220;Mereka dapat mengunggah gambar-gambar produk, cerita di balik proses pembuatan, dan informasi sejarah yang membuat setiap keris menjadi lebih bermakna,&#8221; jelas Herli.</p>
<p>Pemasaran digital juga membuka peluang untuk interaksi langsung antara pengrajin dan konsumen. Komentar, pesan, dan ulasan dari pembeli potensial memberikan umpan balik berharga yang dapat membantu pengrajin memahami kebutuhan dan preferensi pasar dengan lebih baik.</p>
<p>&#8220;Sekarang saya bisa berbicara langsung dengan pembeli dari berbagai negara. Saya belajar tentang selera mereka dan bisa menyesuaikan desain keris sesuai permintaan,&#8221; kata Ibu Ratna, salah satu pengrajin yang telah berhasil memanfaatkan pemasaran digital.</p>
<p>Selain itu, pengrajin juga telah mulai menjelajahi dunia<em> e-commerce</em>, di mana produk mereka dapat dijual dan dikirim ke berbagai penjuru dunia. Dalam beberapa klik, seseorang dari luar negeri dapat memiliki potongan budaya Indonesia yang bernilai tinggi ini, membawa kearifan lokal Kabupaten Sumenep ke rumah-rumah di berbagai negara.</p>
<p><strong>Pesan ke depan: Kearifan Lokal dan Inovasi Global</strong></p>
<figure id="attachment_305034" aria-describedby="caption-attachment-305034" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-305034 size-large" src="https://portalmadura.com/wp-content/uploads/2023/08/4-400x225.jpg" alt="Berdayakan Mpu Keris Aeng Tongtong Melalui Modal Intelektual dan Pasar Digital" width="400" height="225" title="Berdayakan Mpu Keris Aeng Tongtong Melalui Modal Intelektual dan Pasar Digital - PortalMadura.com"><figcaption id="caption-attachment-305034" class="wp-caption-text">IST</figcaption></figure>
<p>Kegiatan &#8220;Pemberdayaan Pengrajin Keris Melalui Penguatan Modal Intelektual&#8221; adalah bukti konkret tentang bagaimana kearifan lokal dapat berkembang melalui integrasi dengan inovasi global.</p>
<p>Pengrajin keris di Kabupaten Sumenep telah menunjukkan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa mengorbankan akar budaya mereka.</p>
<p>Mereka telah mengambil langkah maju dalam menjaga tradisi dan mengembangkan bisnis dengan solusi modern.</p>
<p>Melalui pendekatan kolaboratif antara lembaga pendidikan, masyarakat, dan pemerintah, perpaduan antara modal intelektual dan keterampilan tradisional telah mengukir prestasi baru bagi pengrajin keris.</p>
<p>Dalam upaya ini, kata Herli, Universitas Wiraraja telah membuktikan peran pentingnya sebagai penghubung antara pengetahuan akademis dan praktik industri, menghasilkan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Penguatan modal intelektual bukan hanya tentang meningkatkan daya saing pengrajin Mpu (empu) keris, tetapi juga tentang menjaga keberlanjutan warisan budaya yang berharga,&#8221; tandas Herli.</p>
<p>Kabupaten Sumenep telah menunjukkan kepada dunia bagaimana seni tradisional dapat menggandeng tangan dengan pengetahuan modern, menciptakan karya seni yang tidak hanya menginspirasi, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi yang berkelanjutan.</p>
<p>&#8220;Dengan semangat ini, masa depan keris di Kabupaten Sumenep bersinar terang sebagai simbol kearifan lokal yang terus hidup dalam arus zaman,&#8221; pungkasnya.(*)</p>
<!-- RatingBintangAjaib --><p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com">PortalMadura.com - Situs Berita Madura Terkini</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://portalmadura.com/berdayakan-mpu-keris-aeng-tongtong-melalui-modal-intelektual-dan-pasar-digital-305030/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terungkap Makna Dibalik Warna-Warni Perahu Madura</title>
		<link>https://portalmadura.com/terungkap-makna-dibalik-warna-warni-perahu-madura-296910/</link>
					<comments>https://portalmadura.com/terungkap-makna-dibalik-warna-warni-perahu-madura-296910/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[PortalMadura.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Oct 2022 00:15:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Madura]]></category>
		<category><![CDATA[Perahu Madura]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Madura]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://portalmadura.com/?p=296910</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com/terungkap-makna-dibalik-warna-warni-perahu-madura-296910/">Terungkap Makna Dibalik Warna-Warni Perahu Madura</a></p>
<p>PortalMadura.com, Sumenep &#8211; Seorang pelukis terkenal asal Belanda Jan Poortenaar sempat berkunjung ke Kabupaten Sumenep,...</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com">PortalMadura.com - Situs Berita Madura Terkini</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com/terungkap-makna-dibalik-warna-warni-perahu-madura-296910/">Terungkap Makna Dibalik Warna-Warni Perahu Madura</a></p>
<p><strong><a href="https://portalmadura.com/">PortalMadura.com</a>, <a href="https://portalmadura.com/berita-madura/sumenep/">Sumenep</a></strong> &#8211; Seorang pelukis terkenal asal Belanda Jan Poortenaar sempat berkunjung ke Kabupaten Sumenep, <a href="https://portalmadura.com/berita-madura/">madura</a>, Jawa Timur, pada tahun 1925.</p>
<p>Dalam buku catatan perjalanan Jan Poortenaar menggambarkan rupa perahu Madura yang menjadi perhatian dirinya. Dikutip <em>PortalMadura.Com</em>, Senin (17/10/2022) dari <em>sumeneptempodulu.or.id.</em></p>
<p>&#8220;<em>Di mana-mana di sepanjang pinggir pantai, perahu bersayap tipis tergeletak seperti makhluk laut terdampar. Orang-orang Madura suka menghiasi perahunya dengan ukiran dan cat warna-warni. Warna hitam dipadu padankan dengan warna putih dan vermilion, kontras dengan warna biru dan hijau yang dipernis</em>&#8220;.</p>
<p>Sedangkan hasil penelitian Sulaiman BA, terkait bentuk perahu yang ada di Pulau Madura disebutkan, warna-warni yang melekat pada badan perahu dikenal dengan istilah <em>Les-Lesan</em> atau <em>Andangan.</em></p>
<p><em>Andangan</em> berasal dari kata dasar <em>Andang</em> yang berarti pelangi.</p>
<p>Warna-warni itu disusun membentuk pita garis merupakan ciri khas utama dari perahu-perahu warga Madura. Pada jaman lampau, <em>Andangan</em> ini merupakan garis-garis pakem yang tabu untuk diubah. Dijelaskan dalam buku Perahu Madura, terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI 1981/1982.</p>
<p>Umumnya, warna perahu warga Madura adalah cerah. Seperti, hitam, merah, putih, kuning, coklat, hijau dan biru. Rona itu dipakai dan disusun secara berurutan sesuai dengan kebiasaan yang ada di lingkungannya.</p>
<p>Warga pesisir utara, memakai warna hitam, putih, merah, kuning, hijau dan merah. Warga pesisir selatan, <em>Andangan</em> diwarnai hitam, kuning, hijau dan merah.</p>
<p><em>Apa makna yang tersebunyi dibalik warna-warni perahu orang Madura</em>?. Warna-warna pada <em>Andangan</em> itu dipercaya memiliki daya magis. Dan bagian <em>Andangan</em> perahu juga dijadikan sebagai alat ukur muatan.</p>
<p>Garis-garis yang menyerupai pelangi itu sering dijadikan patokan seberapa banyak muatan yang boleh diangkut. Bagian itu sering dilakukan perbaikan untuk menjaga keselamatan perahunya.(*)</p>
<!-- RatingBintangAjaib --><p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com">PortalMadura.com - Situs Berita Madura Terkini</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://portalmadura.com/terungkap-makna-dibalik-warna-warni-perahu-madura-296910/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perubahan Iklim &#038; Eksploitasi Masif Ancam Pulau Kecil di Madura dan Pesisir Jatim</title>
		<link>https://portalmadura.com/perubahan-iklim-eksploitasi-masif-ancam-pulau-kecil-di-madura-dan-pesisir-jatim-276112/</link>
					<comments>https://portalmadura.com/perubahan-iklim-eksploitasi-masif-ancam-pulau-kecil-di-madura-dan-pesisir-jatim-276112/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[PortalMadura.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Nov 2021 06:17:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Batuputih]]></category>
		<category><![CDATA[Eksploitasi Masif]]></category>
		<category><![CDATA[Perubahan iklim]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Madura]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://portalmadura.com/?p=276112</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com/perubahan-iklim-eksploitasi-masif-ancam-pulau-kecil-di-madura-dan-pesisir-jatim-276112/">Perubahan Iklim &#038; Eksploitasi Masif Ancam Pulau Kecil di Madura dan Pesisir Jatim</a></p>
<p>PortalMadura.com &#8211; Jawa Timur merupakan salah satu provisi yang wilayah lautnya hampir 3.498 kilometer, kurang...</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com">PortalMadura.com - Situs Berita Madura Terkini</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com/perubahan-iklim-eksploitasi-masif-ancam-pulau-kecil-di-madura-dan-pesisir-jatim-276112/">Perubahan Iklim &#038; Eksploitasi Masif Ancam Pulau Kecil di Madura dan Pesisir Jatim</a></p>
<p><strong><a href="https://portalmadura.com/">PortalMadura.com</a></strong> &#8211; Jawa Timur merupakan salah satu provisi yang wilayah lautnya hampir 3.498 kilometer, kurang lebih terdapat 446 pulau-pulau kecil yang sebagian besar berada di wilayah <a href="https://portalmadura.com/berita-madura/">madura</a> kepulauan.</p>
<p>Jatim sendiri, memiliki biodiversitas yang kaya, merupakan rumah dari berbagai jenis terumbu karang, ikan, mangrove dan aneka biota unik lainnya. Namun, kondisi itu ada dipintu keterancaman yang diakibatkan banyak faktor.</p>
<p>Direktur Eksekutif Daerah Walhi Jatim, Wahyu Eka Setyawan membeberkan sejumlah faktor tersebut. Pertama, perubahan iklim yang mengakibatkan peningkatan permukaan air laut, anomali cuaca dan terancamnya biodiversitas.</p>
<p>Hal itu, berdasarkan catatan dari Ardiansyah dkk (2017). Dalam pemodelan genangan kenaikan muka air laut (Sea Level Rise) menggunakan data penginderaan jauh dan sistem informasi geografi di wilayah pesisir Selat Madura mengatakan, bahwa kenaikan permukaan air laut mencapai 1,2 cm per tahun.</p>
<p>&#8220;Kondisi ini akan diperparah dengan potensi rusaknya mangrove di Madura,&#8221; katanya, dalam rilisnya diterima Redaksi <em>PortalMadura.Com</em>, Jumat (12/11/2021).</p>
<p>Total kawasan mangrove dalam kondisi yang baik seluas 8.794,1 ha (58,2 %) dan kawasan mangrove dalam kondisi buruk mencapai luas 6.324,1 ha (41,8%), seperti dalam catatan Munsoni (2017) yang berjudul &#8220;Pemetaan Kerusakan Mangrove di Madura dengan Memanfaatkan Citra Dari <em>Google Earth</em> dan <em>Citra Ldc</em>&#8220;.</p>
<p>Kawasan hutan mangrove, kata Wahyu Eka Setyawan, mempunyai beberapa fungsi, yakni pengikat karbon, penahan substrat pantai dari abrasi, penahan angin atau gelombang, penahan instrusi air laut.</p>
<p>Selain itu, peningkatan suhu akibat perubahan iklim memicu rusaknya terumbu karang seperti bleaching. Hasil riset Labiyanto (2017) &#8220;Studi Perubahan Luasan Terumbu Karang Dengan Menggunakan Data Penginderaan Jauh Di Perairan Pulau Bawean Gresik, Jawa Timur.”</p>
<p>Menurut dia, selain berbicara soal perubahan iklim, kedua persoalan terbesar di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil adalah tata kelola ruang. Baik di wilayah darat maupun lautan.</p>
<p>Kondisi keterancaman tersebut sangat mengkhawatirkan, karena memiliki resiko besar memperentan wilayahitu, termasuk resiliensi terhadap bencana, karena perpaduan bencana perubahan iklim dan rusaknya kawasan yakni memunculkan potensi kerentanan wilayah.</p>
<p>Berdasarkan catatan advokasi Walhi Jatim yang menghimpun dari jaringan di tapak, untuk Madura secara keseluruhan terancam oleh besarnya konsesi migas baik di darat dan laut.</p>
<p>Selain Migas, terdapat ancaman pertambangan fosfat di <a href="https://portalmadura.com/berita-madura/sumenep/">Sumenep</a> yang mengancam kawasan karst, serta lahan pertanian produktif. Tidak hanya karst, ekspansi tambak udang di pesisir Sumenep juga menjadi faktor yang mengancam kawasan lindung pesisir, khususnya kawasan mangrove.</p>
<p>Di Selat Madura, sekitar <a href="https://portalmadura.com/berita-madura/bangkalan-3/">bangkalan</a> dan Surabaya terancam pertambangan pasir laut, sebab di RZWP-3K Provinsi Jawa Timur. Sementara, di Bawean juga terancam pertambangan pasir laut untuk kebutuhan proyek strategis nasional, meski konsesinya sudah muncul atas nama PT. Hamparan Laut Sejahtera, salah satu aktor yang turut berkonflik dengan nelayan di Kodingareng, Sulawesi Selatan.</p>
<p>&#8220;Artinya ancaman tata kelola ruang baik alih fungsi kawasan penting, seperti karst, lalu pesisir hingga dalam laut, mempertinggi resiko kerusakan dan bencana di kawasan pesisir serta pulau-pulau kecil,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Terakhir, persoalan sosial ekonomi. Perubahan iklim memicu anomali cuaca sehingga mengacaukan kalender musim nelayan. Banyak nelayan yang merasakan dampaknya terutama menurunnya hasil tangkapan serta keselamatan mereka saat melaut.</p>
<p>&#8220;Ini yang dialami oleh nelayan tradisional di Masalembu, Sumenep dan Bawean, Gresik,&#8221; sebutnya memberi contoh.</p>
<p>Persoalan lain yang tengah dihadapi oleh nelayan tradisional ialah maraknya kapal-kapal besar yang beroperasi menggunakan cantrang kala melaut, memasuki zona nelayan tradisional sehingga memicu konflik.</p>
<p>Pertarungan ini, kata dia, diakibatkan oleh dampak cantrang yang menghancurkan biodiversitas laut, seperi terumbu karang yang merupakan rumah bagi beberapa spesies terutama ikan karang, seperti kerapu.</p>
<p>Keberadaan tambang di wilayah pesisir dan laut akan mengancam biodiversitas, berpotensi menghancurkan terumbu karang dan hilangnya ikan-ikan karang dan spesies lainnya.</p>
<p>&#8220;Kondisi ini paling tidak akan mendorong kerentanan sosial dan ekonomi masyarakat lokal, khususnya nelayan tradisional,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dampaknya, memicu cultural shift atau pergeseran kultural, dari memiliki kelekatan dengan alam lalu perlahan meluntur hingga teralienasi, yang menjadi salah satu faktor cepatnnya kerusakan lingkungan.</p>
<p>&#8220;Nelayan kehilangan mata pencaharian, beralih profesi ke sektor lain, sebuah pertanda kerusakan ekologis di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Untuk itu, Walhi Jatim bersama masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil mendorong perubahan atas regulasi dan kebijakan serta komitmen pemerintah dalam melindungi kawasan tersebut.</p>
<p>Setidaknya ada lima rekomendasi Walhi Jatim sebagai upaya menyelamatkan dari berbagai ancaman tersebut:</p>
<blockquote><p><em>1. Mereview ulang RZWP-3K dengan mendorong penghapusan wilayah pertambangan di pesisir dan pulau-pulau kecil</em></p>
<p><em>2. Mendorong regulasi perlindungan dan perawatan pesisir dan pulau-pulau kecil, melalui kebijakan berbasis mitigasi dan preventif perubahan iklim, serta yang mengatur tata kelola wilayah agar tidak terjadi alih fungsi kawasan.</em></p>
<p><em>3. Mendorong regulasi perlindungan biodiversitas pesisir dan pulau-pulau kecil.</em></p>
<p><em>4. Mendorong di setiap wilayah memiliki Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah yang menetapkan kawasan karst, pesisir dan pulau-pulau kecil sebagai kawasan lindung.</em></p>
<p><em>5. Mendorong dan meminta pengakuan atas zona nelayan tradisional yang melindungi kawasan pulau-pulau kecil dari eksploitasi kapal cantrang atau usaha ekonomi yang berpotensi menghancurkan biodiversitas.</em>(*)</p></blockquote>
<p><strong>Tonton Juga : Warga Sumenep Bongkar Pagar Tambak Udang Desa Badur, Batuputih, Sumenep</strong></p>
<p>https://www.youtube.com/watch?v=vAtmWZbriKQ</p>
<!-- RatingBintangAjaib --><p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com">PortalMadura.com - Situs Berita Madura Terkini</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://portalmadura.com/perubahan-iklim-eksploitasi-masif-ancam-pulau-kecil-di-madura-dan-pesisir-jatim-276112/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://www.youtube.com/embed/vAtmWZbriKQ" medium="video" width="1280" height="720">
			<media:player url="https://www.youtube.com/embed/vAtmWZbriKQ" />
			<media:title type="plain">Warga Sumenep B@ngk4r Pagar Tambak Udang Desa Badur</media:title>
			<media:description type="html"><![CDATA[Warga Sumenep, Madura, Jawa Timur, ramai-ramai membongkar paksa pagar tambak udang di Dusun Muraas, Desa Badur, Kecamatan Batuputih, Sumenep.Pembongkaran pag...]]></media:description>
			<media:thumbnail url="https://portalmadura.com/wp-content/uploads/2021/11/hqdefault-7.jpg" />
			<media:rating scheme="urn:simple">nonadult</media:rating>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
