Terbakar Api Cemburu di Rumah Kos, Pria di Pamekasan Nekat Bacok Mantan Pacar Kekasihnya!

Avatar of PortalMadura.com
Terbakar Api Cemburu di Rumah Kos, Pria di Pamekasan Nekat Bacok Mantan Pacar Kekasihnya!

portalmadura.com – Aksi penganiayaan berdarah akibat api cemburu menggemparkan warga Kelurahan Kangenan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Seorang pemuda berinisial C (25), warga Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, nekat membacok mantan kekasih pasangannya sendiri berinisial W (23) pada Selasa (18/8/2026) malam.

Peristiwa nahas tersebut mengakibatkan korban yang merupakan warga Desa Branta Tinggi mengalami luka robek serius sepanjang 10 sentimeter di bagian pelipis kiri. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan penanganan medis intensif.

Kasi Humas Polres Pamekasan Ipda Yoni Evan Pratama mengonfirmasi insiden pembacokan tersebut. Ia menegaskan motif asmara dan rasa cemburu buta menjadi pemicu utama di balik tindakan brutal pelaku.

“Pelaku diduga kuat terbakar cemburu saat mendapati korban mendatangi pasangannya di lokasi kejadian,” ungkap Ipda Yoni, Rabu (19/8/2026).

Kronologi Kejadian di Rumah Kos

Ipda Yoni membeberkan, insiden bermula saat korban W mendatangi tempat kos mantan pacarnya untuk mengambil uang yang sebelumnya sempat ia titipkan. Namun pada saat bersamaan, pelaku C sudah berada di dalam lingkungan rumah kos tersebut.

Melihat kedatangan korban, amarah pelaku langsung tersulut. Ketika korban bersiap meninggalkan area rumah kos, pelaku menghampirinya dan tanpa basa-basi langsung melayangkan sabetan senjata tajam jenis celurit ke arah wajah korban.

Pelaku Ditangkap dan Terindikasi Pengguna Narkoba

Tak berselang lama setelah kejadian, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Pamekasan bergerak cepat membekuk pelaku C sebelum sempat melarikan diri lebih jauh. Bersama penangkapan tersangka, petugas turut menyita sebilah celurit yang dipakai untuk melukai korban sebagai barang bukti.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal penyidik, tersangka C diketahui positif sebagai pengguna narkotika. Saat ini, kepolisian masih mendalami keterkaitan pengaruh zat terlarang tersebut saat aksi penganiayaan berlangsung.

“Pelaku sudah berhasil kami amankan. Saat ini penyidik masih melakukan pendalaman lebih lanjut, termasuk memastikan apakah pelaku berada di bawah pengaruh zat terlarang ketika melakukan pembacokan,” pungkas Yoni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses