portalmadura.com – Misteri penemuan benda berbentuk menyerupai rudal yang sempat menghebohkan warga Dusun Aenglombi, Desa Torjek, Kecamatan Kangayan, akhirnya terpecahkan. Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Brimob Polda Jatim memastikan benda tersebut bukanlah senjata peledak berbahaya.
Plt Kasihumas Polres Sumenep, Kompol Widiarti Setyoningtyas, mengungkapkan bahwa kepastian ini didapat setelah pihaknya melakukan serangkaian pemeriksaan intensif, termasuk pemindaian menggunakan perangkat X-ray sebanyak dua kali.
“Berdasarkan analisis hasil pemindaian X-ray, tidak ditemukan adanya unsur bom atau material asing yang berpotensi membahayakan. Benda mencurigakan tersebut dikonfirmasi merupakan drone laut,” ujar Kompol Widiarti kepada awak media.
Kronologi Penemuan di Bibir Pantai
Penemuan ini bermula saat seorang warga setempat bernama Heri hendak mengecek perahunya di pesisir pantai pada Selasa (21/4/2026) pagi. Ia terkejut melihat benda asing berwarna kuning mencolok terdampar di bibir pantai.
Khawatir benda tersebut adalah proyektil aktif atau rudal karena bentuknya yang tidak biasa, Heri memilih untuk tidak mendekat dan segera melaporkan temuan itu kepada warga lainnya serta pihak Polsek Kangayan.
Merespons laporan warga, petugas kepolisian langsung mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi (police line) dan menutup benda tersebut dengan plastik guna menghindari kontak fisik sebelum tim ahli tiba.
Spesifikasi Benda dan Penanganan Lanjut
Secara fisik, drone laut tersebut memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Warna Dominan: Kuning cerah.
- Dimensi: Panjang sekitar 2 meter dengan diameter 30 sentimeter.
- Ciri Khusus: Memiliki sirip di bagian belakang dan komponen mirip penggerak berwarna merah.
Meskipun telah dipastikan aman, pihak kepolisian hingga saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai asal-usul maupun pemilik dari alat teknologi bawah air tersebut.
“Saat ini benda itu sudah diamankan di Polsek Kangayan karena dinilai tidak berbahaya. Untuk asal-usulnya, kami masih belum bisa mengungkap secara detail, masih proses,” tambah Widiarti.
Kini warga diimbau untuk tetap tenang dan tidak lagi merasa khawatir. Penemuan drone laut di wilayah perairan Indonesia sendiri sering kali dikaitkan dengan alat penelitian kelautan atau survei bawah air.





