oleh

Umat Muslim, Ini Keutamaan Ikuti Majelis Zikir

PortalMadura.Com – Setiap raga manusia pasti merasakan lapar dan dahaga, maka makanan dan minuman menjadi solusinya. Sedangkan jiwa manusia akan terasa hampa apabila tidak pernah terisi ilmu, hikmah atau zikir kepada Allah SWT.

Intinya, dalam diri manusia yang terdiri dari jiwa dan raga membutuhkan asupan gizi masing-masing. Sedangkan yang terjadi sekarang, banyak orang yang kaya materi tapi miskin akan ruhani sehingga ia merasa gundah, gelisah ketika mengalami kegagalan dalam usaha, karir atau dalam berbisnis.

Loading...

Sebaliknya, banyak orang yang tidak kaya materi tapi kaya akan ruhani. Salah satu cara agar ruhani tercukupi adalah dengan cara selalu menghadiri majelis zikir baik di masjid, musala, atau tempat lain.

Hal ini seperti keterangan dalam hadis Rasulullah,

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﺳﻌﻴﺪ اﻟﺨﺪﺭﻱ، ﻭﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ؛ ﺃﻧﻬﻤﺎ ﺷﻬﺪا ﻋﻠﻰ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ -ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ- ﺃﻧﻪ ﻗﺎﻝ: “ﻻ ﻳﻘﻌﺪ ﻗﻮﻡ ﻳﺬﻛﺮﻭﻥ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺇﻻ ﺣﻔﺘﻬﻢ اﻟﻤﻼﺋﻜﺔ، ﻭﻏﺸﻴﺘﻬﻢ اﻟﺮﺣﻤﺔ، ﻭﻧﺰﻟﺖ ﻋﻠﻴﻬﻢ اﻟﺴﻜﻴﻨﺔ، ﻭﺫﻛﺮﻫﻢ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻓﻴﻤﻦ ﻋﻨﺪﻩ

Artinya: Diriwayatkan dari Sahabat Abi Sa’id al-Khudri dan Abi Hurairah, keduanya menyaksikan Nabi bersabda, tidaklah sekumpulan kaum berkumpul untuk berzikir kepada Allah kecuali para Malaikat akan selalu mengelilingi mereka serta Rahmat Allah akan turun, juga bertambah ketenangan dan orang sekitarnya pun mendapatkan Rahmat (HR. Muslim).

Dari penjelasan hadis di atas dapat dipahami bahwa orang yang selalu menghadiri majelis zikir mendapatkan anugerah dan keistimewaan tersendiri terutama orang yang berada di sekitarnya pun mendapatkan tetesan Rahmat atau kasih sayang Allah.

Baca Juga : Jangan Ragu Datang ke Majelis Zikir Walaupun Banyak Dosa

Maka dari itu, majelis zikir jangan sampai dikotori dengan kepentingan politik sesaat yang mengalahkan pahala akhirat, karena pada hakikatnya zikir adalah mengingat kepada Allah akan keagungan-Nya serta merasakan takut akan siksaan-Nya sehingga dengan zikir seseorang mampu mengontrol diri dari segala godaan kehidupan bukannya malah terlena, terjerumus kenikmatan sepintas. Wallahu A’lam.

Rewriter : Putri Kuzaifah
Sumber : islami.co

Komentar