“Jika kita berpikir materialistik, dan menujukan capaian kita pada profesi, mungkin pendapat tersebut memang sangat realistis. Namun, sekali lagi, organisasi bukan hanya berkutat pada output “profesi” melainkan lebih dari itu, ia (organisasi) berkewajiban untuk membentuk karakter, pola pikir, kecakapan, dan seluruh kapasitas dalam diri kadernya, peningkatan kualitas kadernya hingga ia benar-benar matang dan siap untuk terjun dalam ranah strategis, terjun dalam masyarakat, dalam lingkungan sosial-kebangsaannya, bukan hanya berkutat pada ranah-ranah taktis.
Jika kita analogikan dalam cerita pewayangan, maka organisasi adalah ibarat “kawah candradimuka” yang mampu mencetak Gathotkaca menjadi kesatria yang sangat handal. Maka dalam analogi ini, organisasi menjadi kawah candradimukanya mahasiswa, menjadi kawah candradimukanya kader-kader organisasi tersebut untuk benar-benar menjadi mahasiswa yang siap sedia dalam menjawab berbagai problematika dan tantangan sosial-kebangsaan.
Bung karno dalam satu waktu mengungkapkan kekagumannya pada pemuda bahwa ia akan mengguncangkan dunia “hanya” bersama 10 pemuda. Dalam kasus ini bisa kita maknai pemuda sebagai mahasiswa sebagai penghuni hirarki tertinggi strata pendidikan yang otomatis pun berada di puncak kondisi pada pemuda.
Maka mahasiswa harus mampu menempatkan dirinya bukan hanya sebagai insan akademis dengan aktivitas intelektualnya, lebih dari itu, mahasiswa harus menjadi, meminjam istilah Antonio Gramsci dalam teori hegemoninya, “intelektual organik” dalam artian aktivitas intelektual mahasiswa bukan hanya berkutat pada ranah teoritis, tanpa implementasi, tapi lebih dari itu aktivitas intelektual mahasiswa harus mampu menjadi penggerak sosial, harus mampu mengaplikasikan teori-teori yang didapatkannya (melalui aktivitas intelektual) secara real, dalam ranah sosial-kemasyarakatan, kebangsaan, sosial-ekonomi, termasuk upaya keberpihakan terhadap masyarakat, terutama bagi kaum mustadh’afin (kaum yang lemah). Maka, bergabung dan berproses dalam organisasi adalah salah satu caranya.(har)
Oleh : Ubay Nizar Al-Banna
Mahasiswa Teknik Industri Universitas Trunojoyo Madura