oleh

Viral, Anak Madura Ini Diduga “Panjang Tangan” Butuh Peran Lembaga Sosial

PortalMadura.Com, Sumenep – Para pengguna media sosial (medsos), khususnya facebook, beberapa hari terakhir ini ramai mengunggah sebuah video anak yang diduga hendak mencuri.

Warga pun mengamankan saat anak itu ada di Jl. Trunojoyo 135, Sumenep, Madura, Jawa Timur. Anak itu mengenakan kaos singlet warna hitam dengan bawahan celana coklat dipotong hingga atas lutut.

Salah satu video berdurasi 47 detik yang sedang viral di media sosial facebook terlihat kedua lengan anak itu di pegang seorang pria mengenakan baju Satpam.

Sambil duduk di kursi, ia menangis dan bilang tidak punya uang. “Kaula ta’ andi’ pesse, saya tidak punya uang,” kata si anak itu. Dan dijawab oleh salah satu warga, “Ya, alako cong, ya bakerja nak,”.

Warga yang berkerumun menyebut-nyebut alamat anak itu, “Oreng Banuaju jerea, Orang Banuaju itu,”. Banuaju adalah nama desa yang ada di wilayah Kecamatan Batang-batang, Sumenep, Madura.

Ini cuplikan video yang viral di facebook. Sengaja wajah diperjelas agar semua pihak dapat menyelamatkan (peduli) dengan kondisi mental anak tersebut.

Siapa anak itu?

Anak Bawa Umur Curi Mobil (Foto. Istimewa)

Ia berinisial SB berusia 17 tahuh, warga Desa Banuaju Barat, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep, Madura. SB pernah terlibat dalam dugaan tindak pidana pencurian mobil dan ditangkap oleh aparat kepolisian setempat di wilayah hukum Batang-batang, Sumenep.

Loading...

Dilansir PortalMadura.Com 12 Desember 2017, anak itu mencuri mobil Suzuki Station Wagon, type ST 100 SP, warna Antrasit Grey, tahun 1994, bernomor polisi M 1073 VF, milik Agus Utomo (47), warga Jl. Sepanjang No. 27 Perumnas, Desa Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep.

Mobil itu dicuri saat diparkir oleh pemiliknya dekat salah satu warung makan di Jl. Trunojoyo, Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep.

Sering ugal-ugalan dan merokok

Dilansir PortalMadura.Com 25 Agustus 2017, anak itu mengemudikan motor bernopol M 3958 VE ugal-ugalan di sebelah barat museum Keraton Sumenep, tepatnya di depan TK Pertiwi, Pajagalan, Sumenep.

Dengan kondisi motor dipreteli, anak itu menjadi tontonan anak-anak SD yang hendak pulang ke rumahnya. Sambil merokok di atas motornya, sesekali ia melontarkan kata-kata kurang pantas.

Para abang becak di lokasi itu, bilang bahwa anak itu “panjang tangan“. “Tidak ada yang mampu memberi peringatan, setiap malam sering keluar dari rumah kosnya. Dia maling,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, adakah lembaga sosial yang dapat menyelamatkan si anak tersebut. Ia masih mempunyai harapan panjang untuk menata kehidupannya, terutama dalam pembinaan mentalnya.

Anak tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja. Pendekatan hukum pun tidak akan mampu memperbaiki mentalnya. Sentuhan dan kepedulian dari pahak pihak, terutama lembaga sosial yang menangani pemulihan mental anak sangat dibutuhkan kehadirannya.

Semoga ada yang peduli. Amien.(*)




Berita PortalMadura Aplikasi Android PortalMadura
Loading...

Komentar