Wall Street Stabil di Akhir Tahun, Emas dan Perak Tembus Rekor Baru

Avatar of PortalMadura.com
Wall Street Stabil di Akhir Tahun, Emas dan Perak Tembus Rekor Baru
Wall Street Stabil di Akhir Tahun, Emas dan Perak Tembus Rekor Baru

PortalMadura.comIndeks saham utama Amerika Serikat ditutup nyaris datar pada Jumat (26/12), menandai akhir pekan perdagangan pasca-Natal yang tenang, sementara emas dan perak mencatat harga tertinggi sepanjang masa di tengah ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve dan meningkatnya ketegangan geopolitik.

Indeks S&P 500 turun tipis 0,03%, Dow Jones Industrial Average melemah 0,04%, dan Nasdaq Composite berakhir 0,09% lebih rendah. Meski mengalami penurunan kecil, ketiganya tetap mencatat kenaikan mingguan dan diproyeksikan menutup tahun 2025 dengan kenaikan dua digit—tahun ketiga berturut-turut dalam tren positif.

Menurut data yang dirilis oleh bursa saham New York, reli pasar didorong oleh saham teknologi berkapitalisasi besar sepanjang tahun, sementara pada akhir tahun investor mulai beralih ke sektor siklikal seperti keuangan dan material. Optimisme pasar juga diperkuat oleh data ekonomi AS yang menunjukkan ketahanan, serta spekulasi bahwa ketua Federal Reserve berikutnya—yang akan menggantikan Jerome Powell pada Mei 2026—kemungkinan akan membuka jalan bagi penurunan suku bunga pada paruh kedua tahun depan.

“Kekhawatiran terhadap valuasi tinggi saham AI dan beban pengeluaran modal mulai mereda,” kata seorang analis pasar di Wall Street, merujuk pada pemulihan sentimen investor terhadap sektor teknologi.

Sementara itu, logam mulia mencuri perhatian global. Emas mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di level $4.549 per ons, didorong oleh melemahnya dolar AS dan statusnya sebagai aset aman di tengah ketegangan geopolitik—termasuk serangan udara AS terhadap militan ISIS di barat laut Nigeria yang terjadi sehari sebelumnya. Harga emas sempat sedikit turun dalam perdagangan lanjutan namun tetap naik 1,08% secara harian.

Perak bahkan lebih mencengangkan: harganya melonjak ke $77,4 per ons, rekor tertinggi sepanjang sejarah, setelah melonjak 167% sejak awal tahun. Kenaikan ini didukung oleh defisit pasokan global dan penetapan perak sebagai “mineral penting” oleh pemerintah AS.

Soojin Kim, analis komoditas di MUFG, dalam catatan risetnya menyatakan bahwa reli logam mulia kemungkinan berlanjut. “Proyeksi bank-bank besar, permintaan fisik yang kuat, serta ketidakpastian geopolitik dan moneter akan terus mendorong harga ke atas hingga 2026,” ujarnya.

Di sisi lain, harga minyak turun lebih dari 2% akibat kekhawatiran akan kelebihan pasokan global dan kemungkinan tercapainya kesepakatan perdamaian di Ukraina yang dapat mengurangi risiko gangguan energi.

Mata uang juga menjadi sorotan. Dolar AS melemah terhadap euro, poundsterling, dan franc Swiss, meski Indeks Dolar naik tipis 0,08% ke level 98,03 pada Jumat. Di Asia, yen Jepang melemah terhadap dolar meskipun Bank Sentral Jepang (BOJ) baru saja menaikkan suku bunga—langkah yang telah lama diantisipasi pasar.

Data inflasi dari Tokyo yang dirilis Jumat menunjukkan inflasi inti pada Desember 2025 sedikit melambat, namun tetap di atas target 2% BOJ, memperkuat kemungkinan kenaikan suku bunga berikutnya. Namun, volume perdagangan yang tipis di akhir tahun memicu spekulasi bahwa pemerintah Jepang mungkin melakukan intervensi untuk menstabilkan yen.

Mata investor kini tertuju pada kebijakan Federal Reserve di 2026. Pedagang memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga tahun depan, meski tidak ada yang diharapkan sebelum Juni. Keputusan Presiden Donald Trump dalam menunjuk pengganti Powell juga menjadi faktor krusial yang bisa mengguncang pasar dalam pekan-pekan mendatang.

Dengan “reli Santa Claus”—fenomena kenaikan S&P 500 dalam lima hari terakhir tahun dan dua hari pertama Januari—masih berlangsung, banyak pelaku pasar melihat ini sebagai pertanda positif untuk tahun 2026, meski tantangan geopolitik dan kebijakan moneter global tetap menghantui.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses