oleh

Wartawan Harian Sumenep Curhat Ke Bupati

SUMENEP (PortalMadura) – Para wartawan harian, baik cetak, elektronik maupun media online yang bertugas di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mengaku tidak nyaman dengan perlakuan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dilingkungan Pemerintah Daerah Sumenep.

“Setiap kali kami datang untuk melakukan konfirmasi maupun untuk mendapatkan data detil yang berkaitan dengan pemberitaan yang seimbang, seringkali sejumlah SKPD itu sinis melihat kedatangan kami sebagai wartawan,” kata Fathorrahman wartawan koran Kabar Madura (KM), Sabtu (16/11/2013).

Dia mengaku tidak dilayani dengan baik sebagai wartawan harian yang kebetulan bertugas di Sumenep. Dampaknya, berita yang disajikan pada publik terkesan tidak seimbang, karena target data atau konfirmasi yang seharusnya didapat dari SKPD yang mempunyai kewenangan untuk menyampaikan pada media sulit didapat.

Hal serupa juga disampaikan oleh Kontributor RCTI (Group MNC), Abd Rahiem. “Pekan lalu, saya ingin mendapatkan data soal kesiapan pangan di Sumenep, kaitannya dengan momen hari pangan. Tetapi tidak bisa mendapatkan data detil. Sehingga, sajian dalam berita terkesan apa adanya. Karena memang apa adanya yang kami kirim ke kantor,” ujar Rahiem di depan bupati.

Para wartawan harian lain pun merasakan hal tersebut. Bahkan, yang banyak di sorot yakni Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan, dan Kelautan serta Kantor ESDM. “Saya mau konfirmasi soal berapa jumlah sekolah yang rusak dan yang sudah tertangani. Tapi, di Dinas Pendidikan justru tidak mau bicara dan menghindar menghadapi wartawan yang datang,” tambah Rony Hartono, wartawan JTV Jawa Timur.

Loading...

Sementara, Bupati Sumenep, A Busyro Karim mengaku telah sering menyampaikan pada SKPD dan perangkat lainnya di lingkungan Pemda agar terbuka pada media dan pada publik dalam menyampaikan informasi yang benar.

“Masyarakat itu berhak untuk mendapatkan informasi apapun yang berkaitan dengan dunia publik. Saya pikir tidak salah jika media itu berusaha untuk melakukan konfirmasi demi pemberitaan yang seimbang,” katanya.

Namun disisi lain, bupati juga menyampaikan maaf jika ditemukan hal yang tidak sesuai dengan harapan. “Berarti temuan teman-teman media itu masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi saya. Dan akan saya tindak lanjuti dipertemuan berikutnya (diinternal pemda, red),” janjinya.

Bahkan, bupati juga minta diingatkan pada Kabag Humas dan Protokoler Pemda, Sumenep, Sufiyanto agar dibuatkan catatan khusus untuk menindak lanjuti temuan para wartawan di Sumenep. “Tolong buatkan catatan khusus untuk itu. Dan agendakan!,” ujarnya sambil menunjuk pada Kabag Humas Pemda.

Pertemuan antara wartawan harian di Sumenep dengan Bupati A Busyro Karim tersebut diadakan spontanitas yang mengambil tempat di salah satu ruang pertemuan Keraton Sumenep.

Ada 20 wartawan yang hadir pada kesempatan tersebut, antara lain ; Radar Madura, Kabar Madura, Koran Madura, Suara Madura, PortalMadura, Madura Channel, Harian Bangsa, Harian Bhirawa, JTV, RCTI, Trans 7, Madura Channel, LKBN Antara, Berita Jatim, RRI, RGS, Nada FM, Surabaya Post.(Redaksi).



whatsapp share top ten article
Loading...
Loading...

Komentar