PortalMadura.com – SURABAYA – Memasuki pekan pertama bulan Juli 2026, kondisi harga kebutuhan pokok di Jawa Timur menunjukkan dinamika yang cukup menarik.
Berdasarkan pantauan terbaru pada Jumat, 3 Juli 2026, sejumlah komoditas terpantau stabil, namun beberapa lainnya mengalami fluktuasi signifikan.
Penurunan harga daging ayam ras menjadi sorotan utama, sementara cabai rawit merah justru menunjukkan tren kenaikan yang perlu diwaspadai masyarakat dan pemerintah.
Baca Juga:
Sowan ke Solo, Rismon Sianipar Minta Maaf Langsung ke Jokowi Terkait Tuduhan Ijazah Palsu
Data terkini yang dirilis oleh Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada 3 Juli 2026 menunjukkan gambaran detail pergerakan harga.
Fluktuasi ini dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari pasokan, permintaan, hingga kebijakan program pemerintah.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi agar dapat merencanakan belanja dengan bijak.
Komoditas Pangan Stabil: Beras dan Gula Terkendali
Kabar baik datang dari komoditas pangan utama seperti beras dan gula pasir.
Harga beras premium di Jawa Timur tercatat stabil di kisaran Rp14.985 per kilogram pada 3 Juli 2026, menunjukkan kenaikan tipis sekitar 0,14% dari hari sebelumnya.
Sementara itu, beras medium juga relatif stabil pada harga rata-rata Rp12.956 per kilogram, naik sekitar 0,13%.
Gula kristal putih juga menunjukkan kestabilan yang melegakan.
Tercatat harga rata-rata gula kristal putih di Jatim berada di angka Rp17.203 per kilogram pada hari yang sama.
Harga ini bahkan sedikit turun sebesar 0,01% dibandingkan hari sebelumnya.
Kestabilan ini menandakan pasokan kedua komoditas tersebut cukup terjaga di awal bulan.
Minyak Goreng: Fluktuasi Tipis di Awal Pekan
Untuk minyak goreng, pergerakan harganya bervariasi tergantung jenisnya.
Minyak goreng curah sedikit naik menjadi Rp20.430 per kilogram, dengan kenaikan 0,19% per 3 Juli 2026.
Minyak goreng kemasan premium juga mengalami kenaikan tipis menjadi Rp21.809 per liter, sementara minyak goreng kemasan sederhana berada di Rp18.791 per liter.
Namun, Minyakita terpantau sedikit turun, kini berada di angka Rp16.191 per liter, turun sekitar 0,27%.
Fluktuasi ini masih dalam batas wajar dan diprediksi tidak akan menimbulkan gejolak besar di pasar.
Pemerintah terus memantau pasokan untuk memastikan ketersediaan tetap aman.
Daging Ayam Anjlok, Cabai Rawit Merah Melonjak!
Daging ayam ras segar menjadi salah satu komoditas yang mengalami penurunan harga signifikan di awal Juli 2026.
Pada 3 Juli 2026, harga rata-rata daging ayam ras di Jawa Timur tercatat Rp30.779 per kilogram, turun 0,30% dari hari sebelumnya.
Penurunan ini bahkan lebih drastis di beberapa kota seperti Madiun, di mana harga ayam potong anjlok hingga Rp30.000 per kilogram, dari sebelumnya mencapai Rp35.000-Rp37.000 per kilogram.
Penurunan harga daging ayam ini disebut-sebut terkait dengan penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah.
Berkurangnya permintaan dari program tersebut dan libur sekolah secara otomatis mengurangi konsumsi di pasar.
Pedagang di Madiun mengungkapkan bahwa pasokan tetap normal, namun permintaan yang turun drastis menekan harga jual.
Kenaikan Harga Cabai dan Bawang Putih
Berbanding terbalik dengan daging ayam, harga cabai rawit merah justru menunjukkan tren kenaikan.
Pada 3 Juli 2026, cabai rawit merah dikabarkan mengalami kenaikan harga.
Meskipun tidak ada angka spesifik dari Siskaperbapo Jatim untuk tanggal 3 Juli 2026, data dari Kementerian Perdagangan pada 2 Juli 2026 sudah menunjukkan kenaikan tipis cabai rawit merah menjadi Rp38.656 per kilogram.
Cabai merah besar, di sisi lain, terpantau turun pada 3 Juli 2026.
Data 2 Juli 2026 mencatat penurunan tajam hingga 1,09% menjadi Rp28.640 per kilogram.
Sementara itu, bawang putih honan menunjukkan kenaikan tipis 0,22% menjadi Rp34.407 per kilogram pada 2 Juli 2026.
Fluktuasi ini dipengaruhi oleh faktor cuaca dan pola distribusi.
Daging Sapi dan Telur Ayam Ras: Stabil dengan Sedikit Pergerakan
Harga daging sapi paha belakang di Jawa Timur juga terpantau sedikit menurun pada 3 Juli 2026, menjadi Rp125.345 per kilogram, turun 0,14% dari hari sebelumnya.
Meskipun demikian, secara umum harga daging sapi cenderung stabil di level tinggi.
Kondisi pasokan yang terjaga menjadi kunci stabilitas ini.
Untuk telur ayam ras, harganya sedikit naik sebesar 0,05% menjadi Rp23.070 per kilogram pada 3 Juli 2026.
Namun, dalam skala yang lebih luas, telur ayam ras sempat mengalami penurunan pada 2 Juli 2026 sebesar 0,25% menjadi Rp22.816 per kilogram.
Tren ini menunjukkan adanya tekanan pada harga telur, meskipun belum masif.
Upaya Pemerintah Jatim Jaga Stabilitas Harga
Pemerintah Provinsi Jawa Timur, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Satuan Tugas Pangan, terus berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok.
Pemantauan harian terhadap harga di pasar-pasar tradisional dan modern terus dilakukan.
Langkah ini penting untuk mengidentifikasi potensi gejolak harga lebih awal dan mengambil tindakan intervensi yang diperlukan.
Koordinasi dengan pihak distributor, petani, dan peternak juga diperkuat untuk memastikan kelancaran pasokan.
Jika ada indikasi kenaikan harga yang tidak wajar, pemerintah tidak segan untuk melakukan operasi pasar atau menyalurkan cadangan pangan untuk menstabilkan harga.
Hal ini dilakukan demi melindungi daya beli masyarakat.
Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, pada Juni 2026, juga sempat menekankan pentingnya fokus pada pengendalian harga pangan di tengah ketidakpastian global.
Tips Belanja Bijak untuk Konsumen
Melihat fluktuasi harga di awal Juli 2026, masyarakat diimbau untuk menjadi konsumen yang cerdas dan bijak.
Perbandingan harga antar pasar atau toko dapat membantu mendapatkan harga terbaik.
Prioritaskan pembelian sesuai kebutuhan dan hindari ‘panic buying’ yang justru bisa memicu kenaikan harga.
Informasi dari kanal resmi pemerintah seperti Siskaperbapo Jatim juga sangat penting untuk dijadikan acuan.
Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat melalui pekan pertama Juli 2026 dengan tenang, tanpa terbebani oleh lonjakan harga kebutuhan pokok yang tidak terduga.
Mari bersama menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga.







