Waspada! Siklon Tropis Narelle Menguat ke Kategori 4, BMKG Terbitkan Peringatan Dini untuk Pulau Jawa

Avatar of PortalMadura.com
Waspada! Siklon Tropis Narelle Menguat ke Kategori 4, BMKG Terbitkan Peringatan Dini untuk Pulau Jawa
Waspada! Siklon Tropis Narelle Menguat ke Kategori 4, BMKG Terbitkan Peringatan Dini untuk Pulau Jawa

PortalMadura.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang mengancam sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya Pulau Jawa. Peringatan ini menyusul peningkatan aktivitas Siklon Tropis Narelle yang terpantau menguat di Samudra Hindia.

Berdasarkan hasil pengamatan terbaru BMKG pada Kamis (26/3/2026) pukul 07.00 WIB, posisi Siklon Tropis Narelle berada di Samudra Hindia sebelah barat Australia atau tepat di selatan Nusa Tenggara Barat (NTB). BMKG memprediksi kecepatan angin maksimum siklon ini akan terus meningkat hingga masuk ke Kategori 4 dalam 24 jam ke depan saat bergerak ke arah Barat Daya.

Kronologi dan Dampak Tidak Langsung

Siklon Tropis Narelle memiliki riwayat perkembangan yang cukup panjang. Sistem ini awalnya berasal dari Bibit Siklon Tropis 96P yang mulai menguat pada 17 Maret 2026. Sistem tersebut kemudian masuk ke wilayah pemantauan Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta pada 21 Maret 2026.

Meski pusat pusaran angin berada di luar wilayah daratan Indonesia, keberadaan siklon ini memberikan dampak tidak langsung yang signifikan terhadap kondisi cuaca dan perairan nasional. Dampak tersebut berupa curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta peningkatan tinggi gelombang laut.

Wilayah Siaga Hujan Lebat

BMKG mengimbau masyarakat yang berada di provinsi berikut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan tanah longsor akibat hujan lebat:

  • Banten
  • DKI Jakarta
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • DI Yogyakarta
  • Jawa Timur

Peringatan Gelombang Tinggi

Selain curah hujan, sektor pelayaran dan aktivitas pesisir juga diminta waspada terhadap kenaikan tinggi gelombang di titik-titik berikut:

  • Perairan selatan Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).
  • Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Bali, NTB, hingga NTT.
  • Laut Sawu dan Laut Arafuru bagian barat.

“Peringatan dini ini berlaku hingga Jumat, 27 Maret 2026 pukul 07.00 WIB. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari kanal komunikasi BMKG,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.

Fenomena ini menambah daftar panjang ancaman siklon tropis yang semakin sering menerjang wilayah sekitar Indonesia. Para ahli mengingatkan bahwa perubahan pola cuaca global memicu intensitas badai yang lebih kuat, sehingga kesiapsiagaan mitigasi bencana menjadi sangat krusial bagi warga di wilayah pesisir dan dataran rendah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses