oleh

Wujud Kebangkitan Kesenian Bangkalan, Sanggar Tarara Konsisten Garap Tiga Konsep Tarian (Part-2)

Berlakukan Uji Kompetensi

Anak didik Sanggar terbagi dalam dua katagori, yakni anak dan remaja. Katagori anak setara dengan jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah dasar (SD). Sedang untuk remaja dimulai dari jenjang sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), serta perguruan tinggi.

Masing-masing katagori terbagi dalam tiga tingkatan atau level, yaitu A (level tertinggi), B (level menengah), dan C (level terendah). Jadwal latihan sama-sama dua kali seminggu. Katagori anak berlatih selasa sore dan jumat sore, sedang remaja pada rabu sore dan minggu sore.

Sudarsono memberikan hadiah kepada peserta uji kompetensi katagori anak. (Foto: Istimewa)

Sejauh mana masing-masing anak didik mampu menyerap serta menguasai materi tari yang diajarkan, pihak sanggar memberlakukan uji kompetensi. Bagi yang lulus akan diberikan sertifikat sebagai bukti jika yang bersangkutan telah menguasai materi tari yang telah diajarkan, sekaligus bukti naik ke level yang lebih tinggi atau beralih ke katagori remaja.

Loading...

Mereka yang tergabung di level A, baik anak maupun remaja, akan diberi bimbingan atau latihan khusus. Nantinya para penari ini dipersiapkan untuk tampil membawa nama Sanggar Tarara, baik di ajang lomba tari ataupun acara tertentu.

Tari Revitalisasi, Imajinasi, dan Pesanan

Secara konsep, ada tiga jenis tari yang diciptakan Sudarsono bersama Sanggar Tarara. Pertama adalah tari revitalisasi. Konsep ini dengan maksud menumbuh kembangkan budaya lokal yang hampir punah, atau mempercantik tari tradisional yang ada namun terkesan sederhana.

Konsep kedua …

Halaman: 1 2 3 4 5 6

Penulis : Agus Hidayat
Editor : Hartono

Komentar