oleh

Yuk Mom, Ajari Anak Jadi Diri Sendiri Lewat 4 Hal Ini!

PortalMadura.Com – Setiap anak memiliki keunikannya masing-masing. Namun, terkadang kita yang tak peka sehingga ia sulit menemukan dirinya sendiri.

Lalu, bagaimana mengajarkan anak cara menjadi diri sendiri? Yuk simak ulasannya berikut ini.

Bantu Anak Menemukan Aktivitas yang Membuat Mereka Nyaman dan Senang

Kecerdasan anak berbeda-beda, ada yang berbakat dalam bidang kinestetik, musik, matematis, bahasa, hingga bakat dalam menjalin hubungan sosial. Dengan kecerdasan berbeda, minat anak juga akan beragam. Sejak dini, kebanyakan dari kita sudah mengenalkan anak pada banyak aktivitas, seperti menari, membaca, olahraga, atau bermain peran. Dari situ, kenalilah kecenderungan bakat anak. Selanjutnya, tugas orang tua adalah membantu anak menggali bakatnya lebih dalam dan tidak memaksakan sesuatu yang tidak mereka sukai hanya karena kita suka.

Setelah Menemukan Bakatnya, Tumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak dengan Pujian

Di saat dewasa, kita masih kerap membandingkan apa yang kita miliki dengan orang lain. Begitupun yang terjadi pada anak, apalagi pergaulan mereka yang masih diwarnai oleh celoteh saling pamer dan unjuk kebolehan. Cara lain dalam mengajarkan anak cara menjadi diri sendiri adalah dengan meyakinkan mereka bahwa mereka memiliki keunikan masing-masing yang tidak boleh dianggap sepele. Misalnya, ketika anak berhasil menggambar atau mewarnai satu pola secara penuh beri penghargaan dengan mengatakan, “Wah, anak Ummi pintar sekali menggambarnya, sudah besar punya cita-cita melukis, ya?”

Biarkan Anak Melakukan Hal-Hal yang Dapat Dilakukannya secara Mandiri

Anak-anak memiliki sifat ingin dipercaya dan dianggap mampu melakukan tugas tertentu. Namun, terkadang sebagai orang tua kita kerap khawatir dan selalu ingin mendampingi anak dalam tugasnya. Malahan, kita juga sering kali melarang anak melakukan banyak hal karena pelbagai alasan. Coba mengajarkan anak cara menjadi diri sendiri dengan membiarkan mereka melakukan banyak hal secara mandiri. Hal ini juga dapat membantu orang tua menemukan apa bakat dan kemampuan yang anak kuasai. Misalnya, tidur sendiri, meminta maaf lebih dulu, atau membuat susu sendiri.

Jangan Bandingkan Bakat Anak dengan Orang Lain dan Jangan Mencela Kekurangannya

Jika anak dianggap kurang berhasil atau berprestasi dalam satu hal, coba jangan langsung menilai mereka gagal dengan memarahi atau memprotes, apalagi membandingkan dengan anak lain. Dengan cara ini, anak akan mencari-cari kekurangan dan minder, lalu selalu merasa orang lain lebih baik dari dirinya. Daripada memarahi, lebih baik ajak anak mengevaluasi apa yang membuat mereka kurang di bidang tersebut, apakah mereka tidak memiliki minat atau justu pola pengasuhan orang tua yang kurang tepat. Ajak anak berbicara dari hati ke hati dan tetap berikan dukungan moral.

Warnai tumbuh kembang anak dengan mengajarkan anak cara menjadi diri sendiri. Buat mereka bangga dengan bakatnya dan selalu mensyukuri bakat tersebut sebagai nikmat dari Allah. (abiummi.com/choir)


Tirto.ID
Loading...

Komentar