PortalMadura.com

Kenali 7 Tanda hati Yang Telah Mati

  • Senin, 28 Maret 2016 | 17:00
Kenali 7 Tanda hati Yang Telah Mati
ilustrasi (kisahikmah.com)

PortalMadura.Com – Manusia disebut sebagai makhluk yang sempurna dikarenakan memiliki hati nurani. Hati yang membantu manusia untuk dapat memilah mana yang baik dan mana yang buruk. Sehingga, Allah menakdirkan manusia sebagai khalifah (pemimpin) di muka bumi ini.

Hati juga menjadi sumber ilham dan pemasalahan, tempat lahirnya cinta dan kebencian, serta tempat bagi keimanan dan kekufuran. Sumber kebahagian jika pemiliknya mampu membersihkan dari berbagai kotoran (kejelekan), namun sebaliknya hati juga merupakan sumber bencana jika pemiliknya gemar mengotorinya.

Sayangnya, saat ini banyak sekali manusia yang hatinya mati. Ia bekerja tanpa tujuan akhirat dan hanya tertunduk pada dunia dan isinya. Bukan hanya itu saja, hati yang mati pun membuat manusia tidak memiliki rasa ampun. Akhirnya terjadilah pembunuhan antar manusia.

Berikut tujuh tanda hati seseorang itu telah mati:

Taarikush Shalah
Meninggalkan salat dengan uzur atau tidak dengan alasan yang dibenarkan oleh syar’i. Allah berfirman: “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan salat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan,” (QS Maryam: 59).

Imbas dari kebiasaana meninggalkan salat adalah kebiasaan memperturutkan hawa nafsu. Jika sudah demikian, ia akan menabung banyak kemaksiatan dan dosa.

Alfarh Bi Addzanbi
Melakukan kemasiatan dan dosa dengan bangga. Alih-alih merasa berdosa dan menyesal, justru si pemilik hati yang mati, ia teramat menikmati kemakisatan dan dosanya.

Advertisement
Iklan Murah

Sebagaimana firman Allah: “Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya),” (QS Al-A’raf: 3).

Karhul Qur’an Was Sunnah
Benci pada Al Qur’an dan Rasulullah. Seorang muslim, jelas memiliki pedoman yang menyelamatkan, yaitu Al Qur’an dan hadis. Tetapi, justru ia enggan berpedoman dan mencari selamat dengan kitab yang menjadi mukjizat penuntun sepanjang zaman.

Bahkan, ia membencinya dan tidak senang terhadap orang atau sekelompok orang yang berkhidmat dan bercita-cita luhur dengan firman Allah SWT dan sabda Rasulullah.

Hubbul Ma’aasi
Gemar bermaksiat dan mencintai kemaksiatan. Nafsu yang diperturutkan akan mengantarkan mata hatinya tertutup, sehingga susah mengakses cahaya Ilahi. Bahkan, ia lebih senang maksiat daripada ibadah.

Asikhru
Sibuk hanya mempergunjing dan buruk sangka serta merasa dirinya selalu lebih suci.

Ghodbul Ulama’
Sangat benci dengan nasehat baik dan fatwa-fatwa ulama. Berikutnya, qolbu hajari (hati hidup), tidak ada rasa takut akan peringatan kematian, alam kubur, dan akhirat.

Himmatul Bathni
Gila dunia bahkan tidak peduli halal haram yang penting kaya. Ada beberapa cabang dari gila dunia, diantaranya adalah Anaaniyyun (masa bodoh terhadap keadaan dan urusan orang lain). Misalnya, keluarganya menderita dia tetap saja cuek. Al-intiqoomah (pendendam hebat), Al-bukhlu (sangat pelit), Ghodhbaanun (cepat marah, angkuh, dan pendengki). (kabarmakkah.com/Salimah)

Advertisement
Iklan Murah
Loading...
Advertisement
Iklan Murah

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional