PortalMadura.com

Resensi Buku – Menggugah jiwa nasionalisme dengan rasa cinta

  • Selasa, 20 Oktober 2015 | 07:14
Resensi Buku – Menggugah jiwa nasionalisme dengan rasa cinta
ilustrasi

PortalMadura.Com – Antologi puisi berjudul “aku ingin” karya Mawardi Taman ini, mencoba mengungkapkan banyaknya keinginan sang penyair  penyair.

Advertisement

Tentu tidak dapat dijabarkan semuanya tapi paling tidak, penyair kelahiran sumenep ini memanfaatakan segala pengetahuan dan pengalamanya menjadi sebuah kalimat-kalimat puitis.

Dari puisi pertama yang berjudul aku ingin merdeka, terpatrilah perasaan yang sebenarnya bahwa negeri ini belumlah merdeka sepenuhnya. Sebagai sebuah penegasan, pada bait terakhir puisi pertama

Aku ingin berjuang bersama mereka
Mengangkat parang dan bambu runcing
Tapi sekarang bukan zamanya perang
Hanya satu pintaku malam ini
MERDEKA.

Tentu bukan sembarang dan seorang penyair tentu memiliki inspirasi atau ide dari penyair sebelumnya. Misalnya pada puisinya terhadap seorang perempuan karena ia sangat mengagumi puisi rendra “pesan pencopet kepada pacarnya” hanya saja membuat judul yang berbeda “pesan kepada pacar”.

Jika tokoh dalam puisi rendra menggunakan nama siti, maka Mawardi menggunakan kata maryam. Salah satu hal yang menarik dari puisi Mawardi ini, bahwa sudah merasa merdeka dengan tanpa menikahi maryam, yang juga dituntutnya agar bahagia, dan menguras harta para pejabat.

Advertisement
loading...

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
Iklan Murah
Berita Lainya

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional