120 Rumpon Rusak, 6 Tahun HCML Tak Bertanggungjawab

Avatar of PortalMadura.com
Penulis: TaufikurrahmanEditor: Hartono
120 Rumpon Rusak 6 Tahun HCML Tak Bertanggungjawab
Warga aksi di depan Kantor DPRD Sumenep. Mereka mendesak usir HCML dari kepulauan Sumenep (Taufikurrahman @portalmadura.com)
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Sumenep – Perwakilan aksi unjuk rasa bersikukuh untuk mengusir HCML dari kepulauan Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Mereka kecewa dengan sikap perusahaan Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) yang dinilai tidak peduli dengan nasib para nelayan, khususnya di kepulauan Gili Raja.

“Sudah enam tahun kerusakan rumpon milik warga tidak diganti. Kami sudah menyampaikan saat pertemuan di Surabaya (2016). Kalau tetap tidak ada iktikat baik, harus bubar (HCML) dari Pulau Gili Raja,” tegas salah satu perwakilan pengunjuk rasa, Sahrul Gunawan.

Ia menjelaskan, rumpon (alat tangkap ikan) milik nelayan yang rusak, 70 rumpon milik warga Gili Raja dan 50 milik warga Desa Lobuk, Kecamatan Bluto. “Jadi, total keseluruhan itu, 120 rumpon,” urainya.

Kerusakan rumpon tersebut terjadi sejak awal HCML melakukan kegiatan. Namun, hingga hari ini, tidak ada tanda-tanda untuk mengganti. “Rusaknya rumpon itu berdampak besar pada pendapatan nelayan,” katanya.

Baca Juga:  Curi Motor, Warga Kecer Dasuk Ditangkap Polisi Sumenep

Pihaknya mengancam akan bergerak ke lokasi perusahaan jika dalam waktu dekat tetap tidak ada respon. “Jadi, jangan salahkan kami bila bergerak ke lokasi (pengeboran),” tandasnya.

Aliansi masyarakat kepulauan menggelar unjur rasa di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Jl. Trunojoyo Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur, Senin (7/2/2022).

Mereka mendesak agar perusahaan Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) diusir dari kepulauan Sumenep. Mereka menilai tidak bermanfaat bagi warga, khususnya nelayan kepulauan Gili Raja.

Protes keras itu, juga digambarkan dalam sejumlah poster yang dibawa pendemo, di antaranya, “Tolak Produk AMDAL”, “Nelayan Gili Raja Menuntut Bubarkan HCML”, “Usir Perusahaan HCML”.

“HCML hanya mementingkan pribadi dan perusahaannya. Selama ini, tidak memberikan manfaat bagi para nelayan,” tuding orator aksi, Edy Susanto.

Baca Juga:  Al Amin dan Al Furqon Lolos 4 Besar Liga Santri KSAD 2022

Hingga berita ini dilansir PortalMadura.Com, aksi unjuk rasa yang dikawal ketat aparat kepolisian itu masih berlangsung.(*)

Ikuti update berita “Usir HCML” di PortalMadura.Com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.