127 Hektare Lahan Pertanian di Sumenep Terendam Banjir

Avatar of PortalMadura.com
127 Hektare Lahan Pertanian di Sumenep Terendam Banjir
dok. Detik-detik pengemudi motor terjebak banjir dan melumpuhkan arus lalu lintas antar kecamatan di Jl. Raya Lenteng, Sumenep, Rabu (20/1/2021).(Ist)

PortalMadura.Com, Sumenep – Sedikitnya 127 hektare lebih lahan pertanian di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terendam banjir selama hujan melanda wilayah itu di bulan Januari 2021.

“Itu tersebar di sembilan desa di empat kecamatan daratan,” terang Kabid Taman Pangan dan Holtikultura, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) Kabupaten Sumenep, Sufriadi, Kamis (21/1/2021).

Lahan yang terendam banjir, kata dia, mayoritas tanaman padi. Meliputi, Desa Kolor seluas 0,5 hektare, Pabian 2,75 dan Marengan 1,5 hektare. Semuanya masuk wilayah Kecamatan Kota Sumenep.

Kecamatan Batuan, meliputi Desa Patean seluas 47 hektare, Torbang 43 dan Gelugur 27 hektare lahan padi. Sedangkan Kecamatan Kalianget, di Desa Kalimo’ok seluas 2,5 hektare.

Baca Juga:  Warga Kalikatak Dikeler Polisi Sumenep

Selain itu, di Kecamatan Saronggi, lokasinya ada di Desa Nambakor, seluas 37 hektare. “Jadi, total luas lahan padi yang terendam banjir sekitar 127,95 hektare,” sebutnya.

Umur tanaman padi milik warga tersebut, berkisar satu sampai 15 hari. Pihaknya menyampaikan, penyebab banjir pada lahan pertanian milik warga rata-rata lahannya sejajar dengan permukaan air. “Ketika ada air meluap, maka tidak bisa mengalir,” terangnya.

Solusinya, warga diminta memerhatikan dua hal penting sebelum bercocok tanam. “Sebelum musim tanam perlu membersihkan saluran irigasi. Jika lahanya di atas permukaan air, perlu memasang mesin penyedot air,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.