oleh

14 Penumpang Kembali Ditemukan, 8 Diantaranya Meninggal Dunia

PortalMadura.Com, Sumenep – Sebanyak 14 penumpang perahu rombongan pengantin yang dinyatakan hilang sejak, Senin (6/10/2014) kembali ditemukan. Delapan orang diantaranya, meninggal dunia, Rabu siang (8/10/2014).

“14 orang kembali ditemukan, 8 meninggal dunia,” terang Fauzi, warga Raas, Sumenep pada wartawan via telepon.

Para korban tersebut ditemukan sekitar pukul 13.30 Wib oleh nelayan tradisional di perairan pulau Tonduk, atau sekitar 2 mil arah barat laut Pulau Raas, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Berikut nama-nama korban yang ditemukan :

1. Saina (meninggal) dibawa perahu milik Agus.
2. Puhawa (hidup) dibawa perahu Madona
3. Asnawi (hidup) dibawa perahu Madona
4. Hosmaini (hidup) dibawa perahu Madona
5. Asy’ari (meninggal) dibawa perahu Madona
6. H. Munif (hidup)
7. Hamdan (hidup) yang sempat memberi kabar kondisi perahu bermasalah.
8. Lutfiana (istri Hamdan, hidup)
9. Elok (putri Hamdan, meninggal)
10. Hj. Fatimatun (meninggal)
11. Hj.Sawiyah (meninggal)
12. Asrawiyah (meninggal) dibawa perahu milik Wiwik
13. Mariani (meninggal) dibawa perahu milik Wiwik
14. Rio (anak, meninggal) dibawa perahu milik Wiwik

iklan hari santri

Sebelumnya juga ditemukan :
1. Udin (hidup) ditemukan oleh Kapal DLU
2. H. Suno (hidup) ditemukan di Situbondo
3. H Aten (Hidup) ditemukan di Situbondo

Sehingga total penumang yang ditemukan mencapai 17 orang.
Saat ini, para nelayan asal Pulau Raas masih melakukan pencarian terhadap korban lain.

“Ada 15 perahu nelayan yang dikerahkan untuk mencari korban,” tandas Fauzi.

Sebelumnya, calon pengantin pria, Ahmad (22) hendak melangsungkan akat nikah dengan kekasihnya, Saimah di Pemuteran, Buleleng, Bali. Rombongan pengantin menggunakan Perahu Layar Motor (PLM) Jabar Nur atau Mutiara Indah dengan membawa 49 jiwa (versi lain 76 orang) dari Pulau Raas menuju Bali.

Namun, sebelum sampai di perairan Bali, mesin perahu mati hingga akhirnya perahu terhempas dan bergerak ikut arah angin ke perairan Banyuwangi-Situbondo, Senin (6/10/2014).

Kontak terakhir salah seorang penumpang perahu via telepon dengan keluarganya di Rass sekitar pukul 15.00 Wib. Beberapa saat kemudian, tidak dapat dihubungi lagi. Pompa air milik perahu juga rusak, sehingga air yang masuk kedalam perahu sulit diatasi.

Keluarga korban berusaha minta bantuan Satpolair Situbondo dan Banyuwangi, serta TNI AL. Bahkan, Polair Kalianget, Sumenep juga menyisir perairan Pulau Sapudi.(dein/htn)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.