20 BUMDes di Sumenep Tidak Aktif, Ditarget 2021 Dijalankan Optimal

Avatar of PortalMadura.com
20-BUMDes-di-Sumenep-Tidak-Aktif,-Ditarget-2021-Dijalankan-Optimal
Kabid Pemberdayaan dan Pengembangan UEM Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep (Foto: Taufikurrahman @portalmadura.com)

PortalMadura.Com, Sumenep – Sedikitnya 20 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Sumenep

, Madura, Jawa Timur, masuk kategori pemula atau tidak aktif hingga tahun 2021.

Kabid Pemberdayaan dan Pengembangan UEM Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Tabrani menyebutkan, 20 BUMDes yang tidak aktif itu menyebar di wilayah daratan dan kepulauan.

”Kami target tahun ini (2021) bagi 20 desa wajib mengaktifkan BUMDes-nya,” katanya, Kamis (24/6/2021).

BUMDes tersebut tidak aktif karena masih pemula dan ditambah dengan potensi desa yang belum diketahui pihak Pemerintah Desa (Pemdes) masing-masing.

”Ada keluhan dari pihak desa masih belum diketahui penuh potensinya sehingga efeknya tidak sempurna membentuk BUMDes,” terangnya.

Baca Juga:  Wings Air dan Citilink Hentikan Penerbangan dari Bandara Trunojoyo Sumenep

Ia menjelaskan, dari sebanyak 330 desa di Kabupaten Sumenep masih terdapat 310 BUMDes terbentuk. Sebanyak 125 aktif, 109 tidak aktif dan 75 BUMDes sehat.

Klasifikasinya, BUMDes kategori aktif telah berjalan seperti biasanya, tapi belum menghasilkan pendapatan kepada desa. Sedangkan BUMDes sehat telah menghasilkan pendapatan besar terhadap desa.

Pihaknya menegaskan, desa yang belum membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk disegerakan. Sebab, kata dia, untuk membangkitkan perekonomian terhadap desa dan warganya.

“Pembentukan BUMDes itu harus. Jangan hanya dibangun tapi juga dijalankan untuk kebaikan potensi desa,” kembali menegaskan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.